Hari Kartini yang diperingati setiap 21 April lebih dari sekadar momen seremonial. Peringatan ini menjadi pengingat relevansi semangat emansipasi perempuan hingga kini. Salah satu cara merayakannya adalah dengan menonton film Indonesia yang mengangkat perjuangan, ketangguhan, dan kompleksitas perempuan.
Kelima film berikut tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajak penonton merefleksikan sejauh mana cita-cita Kartini telah terwujud dan seberapa jauh perjalanan yang masih harus ditempuh.
Rekomendasi Film Hari Kartini
1. Kartini (2017)
Film biografi arahan Hanung Bramantyo ini secara lugas mengangkat kisah R.A. Kartini. Dian Sastrowardoyo memerankan tokoh utama yang berjuang melawan kasta sosial era kolonialisme demi membuka akses pendidikan dan kehidupan layak bagi perempuan. Film ini juga didukung penampilan Christine Hakim, Reza Rahadian, Acha Septriasa, Ayushita, dan Adinia Wirasti.
2. Yuni (2021)
Karya Kamila Andini ini meraih penghargaan Platform Prize di Toronto International Film Festival 2021. Film ini menampilkan Yuni (Arawinda Kirana), seorang remaja cerdas dengan impian melanjutkan kuliah. Namun, mimpinya terhambat oleh lamaran pria yang tak dikenalnya. Di tengah tekanan mitos bahwa perempuan yang menolak tiga lamaran tak akan menikah, Yuni dihadapkan pada pilihan antara mempercayai takhayul atau mengejar cita-citanya.
Film ini memotret tekanan sosial yang masih dirasakan banyak perempuan Indonesia.
3. Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak (2017)
Film garapan Mouly Surya ini dibintangi Marsha Timothy sebagai Marlina, janda muda yang tinggal seorang diri di perbukitan Sumba. Memadukan genre western dan thriller di lanskap Indonesia Timur, film ini mengikuti perjalanan Marlina yang menghadapi perampokan dan kekerasan seksual, hingga memutuskan mengambil tindakan radikal.
Karya ini meraih 10 Piala Citra pada 2018, termasuk Film Terbaik, Sutradara Terbaik, dan Pemeran Utama Wanita Terbaik, menjadi karya yang lantang berbicara soal keadilan bagi perempuan.
4. Athirah (2016)
Disutradarai Riri Riza dan diadaptasi dari novel Alberthiene Endah, film ini mengisahkan Athirah (Cut Mini Theo), ibu dari mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Ia harus menjaga harga diri dan keutuhan keluarga saat suaminya menikahi perempuan lain. Film ini menunjukkan ketangguhan perempuan yang memilih bertahan dan bangkit dengan martabat, bukan kemarahan.
Dukungan akting datang dari Christoffer Nelwan dan Tika Bravani.
5. Perempuan Berkalung Sorban (2009)
Film Hanung Bramantyo ini berlatar lingkungan pesantren di Jawa, menyoroti perjuangan Annisa (Reza Rahadian) yang tumbuh dengan semangat mempertanyakan batasan-batasan yang diajarkan kepadanya sejak kecil. Ia mengejar kebebasan dirinya sendiri.
Film ini dianggap sebagai salah satu karya paling berani dalam sejarah perfilman Indonesia karena berani membahas persoalan gender, tradisi, dan agama.





