Travel

Museum NTB Bersolek untuk Aktivitas Jelajah Malam Museum

Advertisement

Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) tengah berbenah untuk meluncurkan program “Jelajah Museum Malam Hari” atau night at the museum. Inisiatif ini bertujuan untuk mengubah persepsi masyarakat, khususnya generasi muda, bahwa museum adalah tempat yang kaku dan formal, menjadi destinasi wisata yang lebih santai dan menarik.

Kepala Museum NTB, Ahmad Nuralam, menyatakan bahwa museum seringkali dianggap sebagai tempat yang memiliki suasana kaku. Dengan membuka museum di malam hari, diharapkan suasana yang lebih relaks dapat tercipta.

“Kami sedang memperbaiki segala hal untuk program tersebut, mulai dari area luar atau taman hingga ruang pameran di dalam,” ujar Nuralam, seperti dikutip dari Antara, Rabu (22/4/2026).

Perbaikan tidak hanya terbatas pada penataan ulang koleksi agar lebih rapi dan penambahan koleksi baru untuk memperkaya informasi. Kualitas pencahayaan di dalam museum juga ditingkatkan untuk membuat artefak terlihat lebih menarik dan mendorong pengunjung untuk mengamati detailnya lebih lama. Area luar museum pun tak luput dari pembenahan, dengan penataan cahaya taman yang dibuat lebih hidup dan penambahan fasilitas kursi di area terbuka.

“Pada periode April hingga Mei, kami fokus pada penataan ruang pameran hingga taman,” tambah Nuralam.

Advertisement

Persiapan Jelajah Malam Museum NTB Ditargetkan Rampung Mei 2026

Program jelajah malam ini rencananya akan diluncurkan pada Agustus 2026 sebagai bagian dari agenda tahunan bertajuk “Museum Begawe”. Selain menikmati koleksi, pengunjung juga akan disuguhi berbagai acara pendukung, seperti pemutaran film dokumenter dan ruang interaksi bagi komunitas.

Selama program berlangsung, museum akan beroperasi hingga pukul 22.00 Wita selama tiga hari penyelenggaraan. Museum NTB juga membuka kesempatan bagi anak muda untuk terlibat sebagai relawan. Melalui keterlibatan ini, mereka diharapkan dapat belajar mengorganisasi acara berskala besar dan memahami mekanisme kerja di dalam museum.

“Kami berharap anak-anak muda dapat memiliki perspektif baru tentang budaya, khususnya dunia permuseuman, melalui program night at the museum dan Museum Begawe,” ungkap Nuralam.

Minat masyarakat untuk mengunjungi Museum NTB tercatat cukup tinggi. Pada tahun 2025, museum ini dikunjungi oleh 44.443 orang, menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 42.723 pengunjung.

Advertisement