Regional

Kasus Siswa SMAN 5 Bandung Tewas di Cihampelas, Polisi Tetapkan 6 Tersangka

Advertisement

BANDUNG, KOMPAS.com – Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Bandung menetapkan enam orang sebagai tersangka dalam kasus tewasnya siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 5 Bandung berinisial MFA di Jalan Cihampelas, Kota Bandung. Keenam tersangka tersebut diketahui merupakan anak di bawah umur.

“Kami dari Satreskrim Polrestabes Bandung sudah menetapkan enam tersangka yang diduga menjadi pelaku yang ada kaitan dengan peristiwa meninggalnya korban anak di bawah umur,” ujar Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Anton, di Kantor Satreskrim Polrestabes Bandung, Jalan Badak Singa, Selasa (21 Maret 2026).

Peristiwa nahas yang merenggut nyawa MFA terjadi pada Jumat, 13 Maret 2026, sekitar pukul 23.20 WIB. Korban ditemukan meninggal dunia di Jalan Cihampelas. Anton mengonfirmasi bahwa keenam tersangka yang terlibat dalam kasus ini juga berstatus sebagai anak di bawah umur.

“Ya, indikasinya ke sana (pelaku masih pelajar),” tegas Anton.

Pendampingan dan Koordinasi dengan Instansi Terkait

Menyikapi status para tersangka yang masih di bawah umur, pihak kepolisian telah melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi terkait. Langkah ini diambil untuk memastikan pendampingan dan pemeriksaan yang layak bagi para pelaku.

“Karena memang diduga pelaku ada juga yang di bawah umur, kami berkoordinasi juga dengan pihak-pihak terkait, dengan KPAD, kemudian dengan Dinas Sosial dan BAPAS untuk memberikan pendampingan dan pemeriksaan kepada para pelaku,” jelas Anton.

Sebelumnya, sebuah video yang menampilkan seseorang tergeletak di Jalan Cihampelas sempat viral di media sosial. Belakangan diketahui, korban merupakan pelajar SMAN 5 Bandung yang diduga meninggal akibat kekerasan.

Seorang saksi mata yang enggan disebutkan namanya menceritakan bahwa ia keluar rumah setelah mendengar keributan di sekitar lokasi kejadian. Ia kemudian mendapati korban sudah tergeletak tak bernyawa.

Advertisement

Berdasarkan informasi yang dihimpun warga di lokasi, korban dan rekan-rekannya diduga hendak menuju Jalan Cihampelas usai melaksanakan buka bersama di arah Jalan Ciumbuleuit. Namun, di tengah perjalanan, terjadi konflik yang berujung pada insiden tersebut.

“Saya enggak tahu siapa yang pertama konflik, sampai ribut,” ujar saksi.

Saksi tersebut juga menyebutkan bahwa korban sempat terjatuh dari motor dan menabrak pohon. Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab kematian korban, apalagi ada pengendara lain yang juga dilaporkan terluka.

“Kalau meninggalnya korban saya enggak tahu, apakah pas menabrak pohon langsung meninggal atau sebelum meninggal ada kekerasan atau pengeroyokan itu, saya enggak tahu tuh,” tuturnya.

Kapolsek Coblong, Kompol Riki Erickson, membenarkan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (13/3/2026) malam hingga Sabtu (14/3/2026) dan mengakibatkan satu orang meninggal dunia.

“Iya meninggal dunia anak SMAN 5 Bandung,” kata Riki.

Advertisement