Regional

Kades Pakel Bantah Punya Ilmu Kebal Usai Selamat Dibacok 10 Orang

Advertisement

LUMAJANG, KOMPAS.com – Kepala Desa Pakel, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sampurno (45), membantah anggapan masyarakat yang menyebutnya memiliki ilmu kebal setelah selamat dari pengeroyokan brutal menggunakan senjata tajam pada Rabu (15/4/2026).

Sampurno hanya mengalami luka bacok di bagian kepala dan bahu kanan, serta memar dan lecet di bahu kiri, meski diserang belasan pelaku menggunakan celurit. Hasil visum et repertum menunjukkan luka di kepala sepanjang 0,5 sentimeter, memar dan lecet di bahu kanan dan kiri sepanjang 7 sentimeter, serta luka sayatan di lengan kanan sepanjang 3 sentimeter.

“Saya tidak sakti, saya hanya manusia biasa, tidak pakai cincin, tidak pakai sabuk (jimat),” ujar Sampurno saat ditemui di rumahnya pada Minggu (19/4/2026).

Ia meyakini keberuntungannya selamat dari maut adalah pertolongan dari Tuhan. “Saya yakin Allah akan menolong orang yang jujur dan tidak munafik,” tegasnya.

Delapan Tersangka Pengeroyokan

Kepolisian Resor (Polres) Lumajang telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam kasus pengeroyokan yang menimpa Sampurno. Kendati demikian, Sampurno justru meminta agar para terduga pelaku tidak dihukum. Ia berharap mereka cukup menemuinya untuk menyampaikan permohonan maaf.

Advertisement

Alasan di balik permintaan tersebut, menurut Sampurno, adalah karena para terduga pelaku memiliki keluarga yang harus dinafkahi dan dijaga setiap hari.

[video.1]

Polisi Buka Ruang Restorative Justice

Menanggapi permintaan Kepala Desa Pakel tersebut, Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandy Siregar, menyatakan bahwa pihaknya membuka ruang untuk penyelesaian masalah melalui jalur restorative justice.

“Memang terkonfirmasi korban ingin menyelesaikan masalah secara kekeluargaan,” kata Alex di Mapolres Lumajang pada Jumat (17/4/2026).

“Kami membuka pintu untuk upaya penyelesaian hukum di luar peradilan sesuai prosedur yang ada,” pungkasnya.

Advertisement