Nasional

Jenzah WNI Korban Pembunuhan di Jerman Sudah Dipulangkan ke Indonesia

Advertisement

Jenazah Isaac Hansen Averino, warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban pembunuhan di Jerman, telah dipulangkan ke Tanah Air pada 28 Maret 2026. Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia memfasilitasi proses kedatangan dan penyerahan jenazah kepada pihak keluarga.

Juru Bicara Kemenlu, Vahid Nabyl Mulachela, mengonfirmasi kepulangan jenazah Isaac. “Jenazah Almarhum telah dipulangkan ke Indonesia dan tiba pada 28 Maret 2026. Direktorat Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri turut memfasilitasi proses ketibaan serta serah terima jenazah kepada pihak keluarga,” ujar Vahid saat dihubungi Kompas.com pada Senin (20/4/2026).

Isaac dilaporkan meninggal dunia pada 18 Maret 2026 setelah menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh seorang warga negara Jerman di tempat tinggalnya di Reinland-Pfalz.

Pendampingan Intensif dari KJRI Frankfurt

Sejak awal kasus ini mencuat, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Frankfurt telah memberikan pendampingan dan penanganan intensif. KJRI Frankfurt berkoordinasi erat dengan aparat kepolisian dan kejaksaan setempat untuk mendukung jalannya investigasi.

“KJRI Frankfurt juga menyampaikan informasi dan berita duka kepada pihak keluarga pada kesempatan pertama,” jelas Vahid.

Advertisement

Saat ini, proses penyidikan yang dilakukan oleh kejaksaan terhadap tersangka pelaku pembunuhan masih terus berlangsung. Kemenlu melalui KJRI Frankfurt berkomitmen untuk mengawal proses hukum agar berjalan dengan adil, transparan, dan tanpa diskriminasi.

Tragedi di Kirchen (Sieg)

Sebelumnya, Isaac Hansen Averino, seorang WNI berusia 24 tahun, ditemukan tewas akibat dugaan penusukan di kediamannya di Kirchen (Sieg), negara bagian Rheinland-Pfalz, Jerman, pada Rabu malam, 18 Maret 2026.

Menurut keterangan keluarga dan kerabat, komunikasi terakhir Isaac dengan orang terdekat terjadi pada Rabu malam sebelum peristiwa nahas tersebut. Ia sempat berpamitan kepada pacarnya untuk memasak di dapur yang mereka gunakan bersama. Namun, setelah itu, Isaac tidak lagi merespons pesan, sebuah kejanggalan yang dirasakan oleh kerabatnya.

Kekhawatiran keluarga semakin memuncak ketika Isaac tidak memberikan kabar keesokan paginya, yang sangat berbeda dari kebiasaan rutinnya. Upaya menghubungi korban pun tidak membuahkan hasil, hingga akhirnya keluarga menerima kabar duka mengenai meninggalnya Isaac.

Advertisement