Money

IHSG Dibuka Melemah ke 7.551, Investor Cermati Arah Suku Bunga

Advertisement

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Rabu, 22 April 2026. Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal sesi, IHSG terkoreksi 8,24 poin atau 0,11 persen, menempatkannya di level 7.551,14 pada pukul 09.03 WIB. Pelemahan ini melanjutkan tren negatif yang telah terjadi dalam tiga hari terakhir, dengan posisi pembukaan yang lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya di angka 7.559,38.

Aktivitas perdagangan terpantau cukup aktif sejak awal sesi. Volume perdagangan mencapai 2,33 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 907,30 miliar. Dari pergerakan saham, tercatat 193 saham melemah, 287 saham menguat, dan 202 saham lainnya stagnan.

Tekanan Sektor Unggulan

Pelemahan IHSG pada pembukaan sesi kali ini terutama dipicu oleh tekanan pada sejumlah sektor unggulan. Dari total 11 sektor yang terdaftar di BEI, tiga sektor utama tercatat berada di zona merah, yaitu sektor infrastruktur, energi, dan keuangan. Sementara itu, sektor-sektor lainnya masih mampu mencatatkan penguatan.

Sentimen Pasar Hari Ini

Pelaku pasar pada perdagangan hari ini akan mencermati sejumlah sentimen penting, baik yang berasal dari dalam negeri maupun global. Dari domestik, perhatian tertuju pada kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) serta dampak keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait status penilaian saham Indonesia.

Sementara dari ranah eksternal, pasar global memantau perkembangan geopolitik serta kebijakan moneter Amerika Serikat (AS). Salah satu sorotan utama adalah jalannya hearing calon Chairman The Fed yang baru, Kevin Warsh.

Perkembangan Geopolitik AS-Iran

Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi memperpanjang gencatan senjata antara AS dan Iran pada Selasa waktu setempat. Trump menyatakan langkah ini diambil karena pemerintah Teheran dinilai sedang terpecah dan membutuhkan waktu tambahan untuk merumuskan proposal damai.

Ia juga menyebut perpanjangan gencatan senjata ini dilakukan atas permintaan pejabat Pakistan, dengan harapan dapat membuka ruang kesepakatan antara kedua pihak. Meskipun demikian, militer AS tetap melanjutkan blokade terhadap pelabuhan Iran.

Di sisi lain, negosiator Iran dilaporkan menolak menghadiri perundingan dengan AS, menyebut upaya tersebut sebagai “pemborosan waktu,” sebagaimana diberitakan oleh media pemerintah Iran.

Advertisement

Proyeksi Analis untuk IHSG

Analis memperkirakan IHSG berpeluang menguat terbatas pada perdagangan hari ini, menyusul penutupan yang melemah 0,46 persen pada Selasa (21/4/2026).

Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memproyeksikan IHSG akan bergerak dengan support di level 7.539 dan resistance di level 7.570.

“Untuk besok kami perkirakan pergerakan IHSG berpeluang menguat dengan support 7.539 dan resist 7.570,” ujar Herditya saat dihubungi Kompas.com, Selasa malam.

Herditya menambahkan, pergerakan IHSG juga akan dipengaruhi oleh rilis suku bunga acuan BI, yang diperkirakan akan tetap berada di level 4,75 persen.

“Di mana besok akan ada rilis BI rate yang diperkirakan akan tetap dipertahankan pada level 4,75 persen,” paparnya.

Kendati demikian, potensi koreksi masih membayangi pasar, terutama dipicu oleh sentimen global. Salah satunya terkait keputusan MSCI yang masih menangguhkan penilaian terhadap saham Indonesia.

“Koreksi IHSG dibebani oleh pengumuman MSCI yang tetap menangguhkan penilaian saham Indonesia serta adanya potensi keluarnya dua emiten berkapitalisasi besar,” beber Herditya.

Advertisement