Money

Fitch Rating Pertahankan Peringkat Kredit BBB dan Outlook Negatif untuk BCA, BRI, BNI, dan Bank Mandiri

Advertisement

JAKARTA, DetikFinance – Lembaga pemeringkat kredit internasional, Fitch Ratings, memutuskan untuk mempertahankan peringkat kredit empat bank besar di Indonesia pada level ‘BBB’. Namun, prospek atau ‘outlook’ untuk peringkat tersebut ditetapkan negatif. Keempat bank yang dimaksud adalah PT Bank Central Asia Tbk (BCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Keputusan Fitch Ratings ini sejalan dengan peringkat kredit yang disematkan untuk Indonesia secara keseluruhan, yang juga berada di level ‘BBB’ dengan prospek negatif. Sebelumnya, Fitch telah merevisi prospek Indonesia dari stabil menjadi negatif pada Maret 2026. Perubahan ini dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian kebijakan yang berpotensi memengaruhi arah fiskal jangka menengah dan kekuatan bantalan eksternal negara.

Selain itu, Fitch juga menyoroti risiko global yang semakin meningkat. Konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel dinilai berpotensi mendorong kenaikan harga energi global, yang pada gilirannya dapat menekan kemampuan bayar para debitur.

Kondisi Perbankan Nasional Tetap Solid

Meskipun dihadapkan pada berbagai tekanan, Fitch Ratings menilai kondisi perbankan nasional tetap solid. Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,1 persen pada tahun 2026 dan 5 persen pada tahun 2027 menjadi salah satu penopang utama. Angka ini dinilai lebih tinggi jika dibandingkan dengan rata-rata negara-negara yang memiliki peringkat ‘BBB’, yang diperkirakan hanya tumbuh sekitar 2,4 persen pada tahun ini.

“Seharusnya (kondisi perekonomian tersebut) terus mendukung pertumbuhan sektor ini (perbankan) secara stabil,” tulis Fitch Ratings dalam laporannya.

Secara fundamental, industri perbankan di Indonesia ditopang oleh permodalan yang kuat dan cadangan kerugian kredit yang memadai. Kondisi ini dinilai memberikan ruang yang cukup bagi perbankan untuk menyerap tekanan yang mungkin timbul.

Penilaian Masing-masing Bank

BCA (PT Bank Central Asia Tbk)

Fitch menegaskan peringkat Issuer Default Rating (IDR) jangka panjang BCA pada level ‘BBB’ dengan prospek negatif. Sementara itu, peringkat nasional jangka panjang BCA berada di level ‘AAA’ dengan prospek stabil.

Penilaian ini didasarkan pada kekuatan profil kredit BCA yang unggul di pasar domestik. Bank ini memiliki basis pendanaan yang luas, yang menopang margin bunga bersihnya. Kinerja keuangan BCA juga dinilai konsisten mengungguli bank lain di berbagai siklus bisnis.

“Keunggulan kompetitif tersebut, yang diperkuat oleh bantalan modal yang kokoh, telah membantu menghasilkan kinerja keuangan yang secara konsisten mengungguli bank-bank lain di berbagai siklus bisnis,” ungkap Fitch.

Dengan menguasai sekitar 12 persen aset perbankan nasional per akhir 2025, posisi kuat BCA dalam transaction banking turut menopang pendanaan dan pendapatan berbasis komisi. “kami memandang hal ini sebagai keunggulan kompetitif yang akan bertahan dalam jangka menengah,” tambah Fitch.

Advertisement

BRI (PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk)

Fitch mengafirmasi peringkat BRI pada level ‘BBB’ dengan prospek negatif, sementara peringkat nasional jangka panjangnya berada di level ‘AAA’ dengan prospek stabil.

Penilaian terhadap BRI mempertimbangkan dukungan dari pemerintah, mengingat peran penting bank ini dalam inklusi keuangan, terutama di sektor mikro. Profil kredit standalone BRI tercermin dari Viability Rating (VR) di level ‘bbb-‘. Posisi kuatnya di segmen mikro mendukung profitabilitas dan permodalan bank.

“Hal ini diimbangi oleh risiko yang lebih tinggi yang terkait dengan segmen debitur intinya, yang membatasi terhadap penilaian kami atas profil risiko dan kualitas asset BRI,” tulis Fitch.

BNI (PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk)

Fitch menetapkan peringkat jangka panjang BNI pada level ‘BBB’ dengan prospek negatif, serta peringkat nasional jangka panjang di level ‘AAA’ dengan prospek stabil.

Penilaian ini didukung oleh peran BNI sebagai salah satu bank milik negara yang memiliki kepentingan besar dalam sistem perbankan nasional. Franchise domestik yang kuat juga menopang profitabilitas dan permodalan yang stabil.

Perbaikan kualitas aset dan profil risiko BNI dalam beberapa tahun terakhir turut menjadi faktor pendukung dalam penilaian Fitch.

Bank Mandiri (PT Bank Mandiri (Persero) Tbk)

Fitch mempertahankan peringkat Bank Mandiri pada level ‘BBB’ dengan prospek negatif, serta peringkat nasional jangka panjang di level ‘AAA’ dengan prospek stabil.

Penilaian terhadap Bank Mandiri didasarkan pada dukungan pemerintah dan posisinya yang kuat di pasar domestik. Bank ini dinilai memiliki kualitas aset yang tangguh dan profitabilitas yang terjaga. Faktor pendukung lainnya meliputi profil risiko yang stabil, likuiditas yang memadai, serta permodalan yang kuat.

Secara umum, Fitch melihat sektor perbankan Indonesia tetap berada dalam kondisi yang resilien, meski harus menghadapi tekanan dari ketidakpastian global dan domestik.

Advertisement