Yesan, Korea Selatan – Kesuksesan film horor “Salmokji: Whispering Water” tak hanya memukau para penikmat film, tetapi juga mengubah citra sebuah waduk angker menjadi destinasi wisata dadakan. Dalam waktu kurang dari dua minggu penayangan, film yang disutradarai oleh Lee Sang Min ini telah ditonton lebih dari 1,5 juta orang.
Waduk di Kabupaten Yesan, Provinsi Chungcheong Selatan, yang semula dikenal sebagai lokasi legenda urban dan kerap dihindari, kini ramai didatangi pengunjung. Kehadiran film tersebut seolah menghapus stigma negatif dan mengubahnya menjadi daya tarik.
Area waduk kini dihiasi spanduk dan tanda-tanda yang menyerupai tujuan wisata. Bahkan, terdapat rambu-rambu penunjuk arah bertuliskan ‘Jalan Menuju Salmokji’, menambah nuansa lokasi wisata.
Lonjakan pengunjung ini bahkan mendorong pejabat Kabupaten Yesan untuk mengeluarkan peringatan publik. Mereka mengimbau agar pengunjung tidak datang di malam hari, menjauhi air saat gelap, serta melarang aktivitas membuang sampah, berkemah, memasak, atau memancing di area waduk.
Kisah di Balik Pembuatan Film
Sutradara Lee Sang Min mengungkapkan pengalamannya selama proses pembuatan film di lokasi tersebut. Ia mengaku menemukan banyak kejanggalan, termasuk suara ponsel yang terdengar padahal area itu seharusnya sulit mendapatkan sinyal.
“Kita hidup di era di mana kepercayaan dan keyakinan telah terkikis, dan mungkin ketakutan terbesar adalah tidak mengetahui siapa hantu atau monster, atau di mana letak kebenarannya,” ujar Lee Sang Min.
Ia menambahkan, “Saya ingin penonton merasakan kebingungan yang sama seperti karakter yang terjebak di Salmokji. Saya berencana untuk terus membuat film horor yang berlandaskan kenyataan.”
Sinopsis dan Keunikan Film
“Salmokji: Whispering Water” bercerita tentang kru film yang mengalami kejadian mengerikan di perairan gelap sebuah waduk saat melakukan pengambilan gambar ulang. Mereka diganggu oleh sosok tak dikenal yang muncul di jalan.
Film ini diadaptasi dari legenda urban Salmokji yang pernah diangkat dalam acara variety show MBC ‘Midnight Ghost Stories’. Keunikan film ini terletak pada adegan-adegan menakutkan yang intens dan penggunaan kreatif kamera pandangan jalan 360 derajat, yang dinilai memperkuat posisinya sebagai mahakarya horor Korea.
Berdasarkan data sistem box office terpadu Dewan Film Korea per tanggal 21, “Salmokji: Whispering Water” telah mencatat jumlah penonton kumulatif sebanyak 1.508.823 orang.
Popularitas di Layar Lebar
Film ini juga menunjukkan performa impresif dalam hal pemesanan tiket. Pada hari Jumat, “Salmokji: Whispering Water” tercatat memiliki tingkat reservasi tertinggi mencapai 22,5 persen. Angka ini mengungguli film “Project Hail Mary” yang berada di posisi kedua dengan 17,5 persen, dan “My Name” dengan 7 persen.
