BANGKALAN, KOMPAS.com — Dua calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, terpaksa menunda keberangkatan mereka ke Tanah Suci yang dijadwalkan pada awal Mei 2026. Satu CJH batal berangkat karena mengalami kecelakaan, sementara yang lainnya masih dalam proses pendidikan militer.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangkalan, Arief Rohman, menjelaskan penundaan ini dilaporkan pada awal April 2026. “Yang perempuan menunda karena kecelakaan, sedangkan CJH asal Modung masih menjalani pendidikan militer,” ujar Arief, Senin (20/4/2026).
Dua CJH yang dimaksud adalah Masrifah, warga Kecamatan Arosbaya, dan Mufti Kabib dari Kecamatan Modung.
Kuota Diisi Jemaah Cadangan
Arief Rohman menambahkan bahwa kekosongan kuota yang ditinggalkan oleh kedua CJH tersebut akan diisi oleh jemaah cadangan. Pengisian kuota ini akan mengikuti urutan dari tingkat provinsi.
“Pengisian porsi kosong mengikuti kuota provinsi. Tidak harus dari Bangkalan,” tegasnya.
Jadwal Keberangkatan dan Persiapan Lainnya
Secara keseluruhan, terdapat 831 CJH asal Bangkalan yang dijadwalkan untuk berangkat menunaikan ibadah haji pada tanggal 9 dan 10 Mei 2026. Namun, Arief mengingatkan bahwa jumlah tersebut masih bersifat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kebijakan pemerintah provinsi.
“Jumlahnya masih fluktuatif karena kuota ditentukan provinsi,” jelasnya.
Menjelang keberangkatan, setiap CJH akan menerima uang saku sebesar 750 riyal. Penyerahan uang saku ini dijadwalkan berlangsung di Asrama Haji Surabaya.
Arief juga memastikan bahwa seluruh tahapan persiapan pemberangkatan ibadah haji telah rampung. Termasuk di dalamnya adalah proses pembagian koper kepada para jemaah. “Nanti H-1 keberangkatan, koper disetor kembali ke kantor,” pungkasnya.





