Regional

DPR Usulkan Penambahan Embarkasi Haji di Jateng, Lokasi Baru Dekat Tol dan Bandara

Advertisement

SEMARANG, KOMPAS.com – Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI kembali mengusulkan penambahan embarkasi haji di Jawa Tengah. Langkah ini diambil untuk mengatasi keterbatasan kapasitas yang dihadapi embarkasi haji eksisting.

Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, menyatakan bahwa wacana penambahan embarkasi ini sebenarnya sudah ada sejak empat tahun lalu. Embarkasi baru diharapkan dapat meringankan beban calon jemaah haji dari wilayah Pantura, mulai dari Rembang hingga Tegal, yang saat ini seluruhnya terpusat di Solo.

“Kalau dari Rembang sampai Tegal itu nanti cukup dari embarkasi baru sehingga tidak menumpuk di yang sekarang (Solo),” ujar Wachid saat kunjungan ke Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (22/4/2026).

Lokasi Strategis Menjadi Kunci

Untuk mewujudkan rencana ini, Wachid mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk segera melakukan pendekatan dengan pemerintah daerah terkait. Prioritas lokasi yang disarankan adalah di wilayah Kabupaten Kendal, Kaliwungu, atau Kota Semarang. Kriteria utama pemilihan lokasi adalah kedekatannya dengan akses jalan tol dan bandara.

Menurut Wachid, lokasi yang strategis akan sangat membantu mobilitas jemaah menuju bandara. Rencananya, penerbangan haji dari embarkasi baru ini akan menggunakan Bandara Ahmad Yani Semarang.

Keterbatasan Kapasitas Embarkasi Solo

Kebutuhan akan embarkasi baru ini dinilai mendesak, mengingat kapasitas Asrama Haji Donohudan, Solo, yang kini menjadi satu-satunya embarkasi di Jawa Tengah, sudah tidak lagi memadai. Penambahan frekuensi penerbangan pun dinilai tidak dapat ditampung secara optimal.

“Kalau ditambah dua pesawat saja untuk berangkat dan mendarat, itu sudah tidak mampu lagi menampung jemaah,” bebernya.

Advertisement

Wachid berharap proses penyediaan lahan dapat segera terealisasi setelah pertemuan dengan wakil gubernur Jawa Tengah. Selanjutnya, hal ini akan dibahas lebih lanjut bersama Kementerian Agama dan Badan Anggaran DPR RI.

Konsep Pembangunan dan Fasilitas Tambahan

Terkait konsep pembangunan, Wachid menegaskan bahwa embarkasi baru akan dibangun dengan bangunan baru, tidak memanfaatkan fasilitas yang sudah ada. Ia menilai fasilitas di wilayah Ngaliyan, Semarang, tidak memungkinkan untuk dikembangkan.

“Ini harus bangunan baru. Kami butuh lahan minimal enam hektare, syukur bisa sampai 10 hektare,” katanya.

Selain fasilitas embarkasi, direncanakan pula pembangunan Museum Haji sebagai fasilitas tambahan. Museum ini akan menjadi yang pertama di Indonesia.

“Rencananya tidak hanya embarkasi, tapi juga ada Museum Haji. Di Indonesia ini belum ada,” tuturnya.

Advertisement