Hype

Daftar Pemimpin Dunia Diduga Digulingkan CIA yang Ditampilkan The Strokes di Coachella

Advertisement

Penampilan band The Strokes di festival musik Coachella 2026 menuai kontroversi setelah menampilkan daftar pemimpin dunia yang diduga terkait dengan operasi intelijen Central Intelligence Agency (CIA) di layar panggung mereka. Aksi ini memicu perdebatan sengit di media sosial, membagi publik antara pujian atas keberanian band dan kritik terhadap pilihan konten yang dianggap terlalu provokatif.

Visual yang ditampilkan bersamaan dengan lagu “Oblivius” yang kembali dibawakan setelah lama absen, seolah menjadi pernyataan politik dari The Strokes. Selain memutar gambar kondisi Iran dan Gaza, band tersebut menyajikan montase foto para presiden dan pemimpin politik yang dalam berbagai literatur sejarah sering dikaitkan dengan isu kudeta, operasi rahasia, atau intervensi asing, khususnya yang melibatkan CIA.

Deretan Pemimpin Dunia dalam Tampilan The Strokes

Berikut adalah tokoh-tokoh politik yang muncul dalam layar panggung The Strokes di Coachella 2026:

  • Mohammad Mossadegh (Iran): Perdana Menteri Iran yang digulingkan pada tahun 1953. Kudeta ini kerap disebut dalam kajian sejarah melibatkan CIA dan intelijen Inggris.
  • Salvador Allende (Chile): Presiden Chile yang jatuh dalam kudeta militer pada 1973. Peristiwa ini menjadi salah satu contoh intervensi Amerika Serikat di Amerika Latin yang sering dibahas.
  • Juan José Torres (Bolivia): Pemimpin Bolivia yang digulingkan pada awal 1970-an, di tengah dinamika geopolitik kawasan yang kompleks.
  • Omar Torrijos (Panama): Pemimpin Panama yang meninggal dalam kecelakaan pesawat pada 1981. Peristiwa kematiannya masih memunculkan berbagai spekulasi politik.
  • Jaime Roldós Aguilera (Ekuador): Presiden Ekuador yang wafat dalam kecelakaan pesawat pada tahun yang sama dengan Torrijos, dan kerap dikaitkan dalam narasi intervensi regional.
  • Martin Luther King Jr. (Amerika Serikat): Tokoh hak sipil Amerika Serikat ini juga ditampilkan, memicu diskusi terkait berbagai teori dan putusan sipil mengenai kematiannya.
  • Jacobo Árbenz (Guatemala): Presiden Guatemala yang digulingkan pada 1954 melalui operasi yang dikenal sebagai Operation PBSUCCESS. Peristiwa ini sering disebut sebagai salah satu contoh intervensi CIA di Amerika Latin, terutama terkait kepentingan ekonomi dan politik selama Perang Dingin.

Pesan Politik di Balik Panggung Musik

The Strokes tidak hanya menampilkan tokoh-tokoh sejarah, tetapi juga merangkai sebuah narasi visual yang mencakup intervensi kekuasaan global, dinamika Perang Dingin, hingga konflik modern di Timur Tengah. Montase ini memberikan perspektif alternatif terhadap sejarah, menunjukkan bahwa peristiwa dapat dilihat dari berbagai sudut pandang.

Advertisement

Pertanyaan yang dilontarkan vokalis Julian Casablancas di akhir penampilan, “Which side are you on?” (Kamu berada di pihak mana?), menjadi penutup yang kuat. Pertanyaan tersebut mengajak penonton untuk tidak hanya menikmati musik, tetapi juga merenungkan posisi mereka terhadap isu-isu global yang diangkat.

Reaksi publik yang terbelah menegaskan dampak penampilan tersebut. Sebagian memuji keberanian The Strokes membawa isu politik ke panggung sebesar Coachella, sementara yang lain menganggapnya terlalu kontroversial. Apapun pandangan masing-masing, tak dapat dipungkiri bahwa penampilan ini berhasil mengubah konser menjadi sebuah percakapan global mengenai sejarah, kekuasaan, dan pemahaman kita terhadapnya.

Advertisement