Regional

BGN Ungkap Kronologi Pengolahan Nasi Goreng SPPG Demak Usai Insiden Ratusan Santri Keracunan

Advertisement

DEMAK, KOMPAS.com – Badan Gizi Nasional (BGN) angkat bicara mengenai kronologi pengolahan menu nasi goreng yang diduga menyebabkan ratusan santri di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, mengalami keracunan massal. Insiden ini terjadi pada Minggu (19/4/2026), sehari setelah paket makanan bergizi dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) didistribusikan.

Paket makanan tersebut, yang dibagikan pada Sabtu (18/4/2026), berasal dari dapur SPPG Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung. Koordinator Wilayah SPPG Demak, Ali Muzani, menekankan bahwa seluruh tahapan penyajian makanan telah dijalankan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

“Menu kemarin itu ada nasi goreng, kemudian telur ceplok, tahu goreng, ada acar timun-wortel, buahnya ada buah jeruk dan ada susu,” ujar Ali saat ditemui di SPPG Desa Pilangwetan, Minggu (19/4/2026) sore, merinci isi paket makanan tersebut.

Kronologi Pengolahan Nasi Goreng

Ali Muzani memaparkan rangkaian waktu pengolahan makanan yang dimulai sejak sore hari sebelumnya untuk memastikan kesiapan distribusi. Proses ini dirancang untuk menjaga kualitas dan ketersediaan makanan.

Advertisement

  • Pukul 17.00 – 21.00 WIB: Tahap penerimaan dan persiapan seluruh bahan baku makanan.
  • Pukul 00.00 – 01.00 WIB: Dilakukan pemasakan nasi, yang merupakan komponen utama dari menu nasi goreng.
  • Pukul 01.00 – 03.30 WIB: Proses penggorengan nasi dilakukan dalam tiga tahapan terpisah.
  • Pukul 05.00 WIB: Makanan dinyatakan matang sepenuhnya, dilanjutkan dengan proses pengemasan (packing) dan distribusi.

“Setelah jadi nasi diproses jadi nasi goreng. Sudah secara SOP sudah dipenuhi semua,” tegas Ali, memastikan bahwa tidak ada langkah prosedural yang terlewatkan dalam proses pengolahan.

Data Korban di Empat Pondok Pesantren

Berdasarkan data yang dihimpun dari Puskesmas Kebonagung per Minggu siang, ratusan santri yang mengalami gejala keracunan tersebar di beberapa pondok pesantren dengan tingkat keparahan yang bervariasi. Berikut adalah rincian jumlah korban yang terdampak:

Nama Pondok Pesantren Jumlah Korban Terdampak Status Penanganan
Ponpes Bustanul Qur’an 68 korban 33 rawat jalan, 35 dirujuk ke faskes
Ponpes Asnawiyah 97 korban 67 rawat jalan, 24 dirujuk ke faskes
Ponpes Hidayatul Mubdtadiin 10 korban diobati di lokasi
Ponpes Al Ma’arif 5 korban 4 rawat jalan, 4 dirujuk ke faskes
Lainnya 6 korban tambahan 4 berobat jalan, 2 dirujuk ke faskes

Hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Demak masih terus melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap penyebab pasti kejadian ini. Sampel makanan telah dikirim ke laboratorium guna mengidentifikasi apakah keracunan massal ini disebabkan oleh kontaminasi bahan baku atau faktor lain yang mungkin timbul selama proses distribusi.

Advertisement