PADANG, Kompas.com – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan gas elpiji nonsubsidi tidak akan berdampak pada kualitas menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Jaminan ini disampaikan oleh Kepala BGN, Dadan Hindayana, pada Rabu (22/4/2026).
Dadan menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan program MBG, setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengalokasikan anggaran untuk tiga komponen utama dalam pendistribusian menu. “Sejauh ini, kami selalu menetapkan tiga komponen, di antaranya bahan baku, operasional, dan insentif,” ujar Dadan saat menghadiri pelantikan pengurus Wapembi Sumbar.
Ia mengakui bahwa kenaikan harga BBM dan gas elpiji nonsubsidi berpotensi memengaruhi dua komponen, yaitu bahan baku dan operasional. Namun, BGN menilai kedua komponen tersebut memiliki sifat yang elastis. “Makanya, fluktuasi harga tidak akan memengaruhi kualitas dari menu,” tegasnya.
Kenaikan Harga BBM dan Elpiji Nonsubsidi
Kenaikan harga BBM dan gas elpiji nonsubsidi telah berlaku sejak Sabtu (18/4/2026). Di Kota Padang, harga Pertamax Turbo mengalami kenaikan signifikan dari Rp 13.650 per liter menjadi Rp 20.250 per liter.
Sementara itu, Pertamina Dex kini dijual seharga Rp 24.950 per liter, melonjak dari harga sebelumnya Rp 15.100 per liter, dengan selisih kenaikan mencapai sekitar Rp 9.850.
Untuk gas elpiji nonsubsidi, tabung ukuran 5,5 kilogram naik dari Rp 94 ribu menjadi Rp 111 ribu. Tabung 12 kilogram juga mengalami kenaikan dari Rp 194 ribu menjadi Rp 230 ribu.
Kenaikan paling drastis terjadi pada tabung gas elpiji ukuran 50 kilogram, yang harganya melonjak dari Rp 832 ribu menjadi Rp 1.666.000.






