PALEMBANG – Hujan deras yang mengguyur Kota Palembang, Sumatera Selatan, sejak Selasa (21/4/2026) pagi, menyebabkan sejumlah ruas jalan protokol tergenang banjir. Kondisi ini sontak menimbulkan kemacetan parah di berbagai titik kota.
Pantauan di lapangan menunjukkan ruas Jalan Basuki Rahmat, khususnya yang mengarah ke Simpang Polda, lumpuh total akibat genangan air. Banjir setinggi lebih dari 30 sentimeter menutupi badan jalan di bawah jembatan layang Simpang Polda, membuat arus lalu lintas terhenti dan kendaraan saling berebut jalur.
“Banyak motor yang mogok, begitu juga mobil karena cukup dalam airnya. Saya sudah satu jam terjebak di sini,” ujar Aan (35), seorang pengendara mobil yang terjebak kemacetan di kawasan Basuki Rahmat.
Tak hanya di Basuki Rahmat, banjir juga dilaporkan melanda Jalan Demang Lebar Daun, tepatnya di depan Rumah Sakit Siti Khadijah. Genangan air yang cukup dalam memaksa kendaraan dari arah Bukit menuju Demang untuk berhenti dan menunggu air surut.
Syarif (40-an), warga Sematang Borang yang mengendarai sepeda motor, terpaksa harus berhati-hati melintasi area tersebut. Ia mengaku sudah lebih dari satu jam menunggu air surut di depan RS Siti Khadijah untuk menghindari motornya mogok.
“Cukup dalam banjir di depan Rumah Sakit Siti Khadijah. Banyak kendaraan menepi untuk menunggu air surut dulu,” kata Syarif. “Kalau dipaksa takut mogok, rumah masih jauh. Tadi sudah banyak yang mogok jadi lebih baik menunggu dulu,” tambahnya.
Pada kondisi normal, Syarif membutuhkan waktu sekitar 45 menit untuk tiba di rumahnya di Sematang Borang. Namun, akibat banjir kali ini, ia harus menambah waktu tunggu yang signifikan.
Banjir Langganan Saat Hujan Deras
Fenomena banjir saat hujan deras melanda Palembang bukanlah hal baru. Sejumlah ruas jalan protokol kerap tergenang setiap kali curah hujan tinggi.
“Sudah biasa begini, kalau hujan lebat pasti banjir di jalan. Semestinya ada solusi dari Pemerintah Palembang,” keluh Syarif, menyuarakan kekecewaan warga atas kondisi yang berulang.






