Lifestyle

10 Makanan yang Dibutuhkan Perempuan 50 Tahun ke Atas untuk Kesehatan

Advertisement

Memasuki usia 50 tahun ke atas, perempuan dihadapkan pada berbagai perubahan fisiologis, mulai dari fluktuasi hormon hingga peningkatan risiko penyakit kronis. Kondisi ini menjadikan pola makan sebagai elemen krusial untuk menjaga kesehatan secara holistik. Ahli gizi Valerie Agyeman, RDN, menekankan bahwa kebutuhan nutrisi pada kelompok usia ini meningkat, khususnya untuk mendukung kesehatan jantung, tulang, dan fungsi otak.

10 Makanan Rekomendasi untuk Perempuan Usia 50+

Berikut adalah sepuluh jenis makanan yang direkomendasikan untuk perempuan berusia 50 tahun ke atas, beserta manfaatnya:

1. Kiwi

Buah kiwi kaya akan vitamin C, nutrisi esensial untuk kesehatan kulit, rambut, dan sistem kekebalan tubuh. Vitamin C juga berperan dalam produksi kolagen, yang cenderung menurun seiring bertambahnya usia. “Kiwi kaya akan vitamin C yang penting untuk kesehatan kulit, rambut, tulang, dan sistem kekebalan tubuh,” kata ahli diet terdaftar dan instruktur seni kuliner berbasis tumbuhan di Institute of Culinary Education di New York City, Susan Greeley, dilansir Real Simple, Senin (20/4/2026). Ia menambahkan bahwa vitamin C membantu produksi kolagen yang melambat seiring bertambahnya usia.

2. Blueberry

Dikenal sebagai superfood, blueberry memiliki kandungan antioksidan tinggi. Ahli diet terdaftar dan ilmuwan pangan, Jennifer Pallian, mengungkap bahwa buah ini dapat membantu menurunkan kolesterol dan tekanan darah, dua faktor risiko penyakit jantung yang meningkat pascamenopause. “Antioksidan dalam blueberry dapat meningkatkan aliran darah ke otak, memperbaiki memori, dan melindungi fungsi mental,” jelasnya.

3. Greek Yogurt

Greek yogurt merupakan sumber protein dan kalsium yang baik, penting untuk menjaga kekuatan tulang dan massa otot. Kandungan probiotiknya juga bermanfaat bagi kesehatan pencernaan. “Greek yogurt dapat membantu menjaga kekuatan tulang dan massa otot seiring bertambahnya usia,” ujar Agyeman.

4. Sarden

Ikan sarden kaya akan kalsium, vitamin D, dan omega-3, yang vital untuk kesehatan jantung dan tulang. Kandungan proteinnya turut berkontribusi dalam mencegah kehilangan massa otot. Selain itu, sarden juga menyediakan vitamin B12 dan selenium yang berperan dalam fungsi tiroid.

5. Prune (Buah Plum Kering)

Tinggi serat, prune membantu menjaga kesehatan pencernaan. Buah ini juga dikaitkan dengan peningkatan kesehatan tulang pada perempuan pascamenopause. “Prune juga berhubungan dengan kesehatan tulang yang lebih baik pada perempuan setelah menopause,” ungkap Agyeman.

Advertisement

6. Edamame

Edamame mengandung serat, protein, dan fitoestrogen. Nutrisi ini membantu menjaga keseimbangan hormon dan mendukung kesehatan jantung. “Edamame mengandung fitoestrogen yang dapat membantu melindungi dari penyakit jantung dan kanker payudara,” ujar Greeley.

7. Kenari (Walnuts)

Kacang kenari kaya akan lemak sehat yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) serta mendukung kesehatan otak. Nutrisi di dalamnya juga berperan dalam meningkatkan suasana hati dan memori.

8. Kale

Sayuran hijau ini kaya akan kalsium dan vitamin K, yang krusial untuk menjaga kepadatan tulang. Kandungan antioksidannya juga berkontribusi melindungi otak dari proses penuaan. “Kale dapat membantu meningkatkan aliran darah dan menurunkan tekanan darah,” ucap Pallian.

9. Jamur

Jamur mengandung antioksidan yang efektif melawan peradangan dan mendukung kesehatan usus. Jika terpapar sinar ultraviolet (UV), jamur juga bisa menjadi sumber vitamin D.

10. Alpukat

Alpukat kaya akan lemak sehat dan serat, yang berkontribusi dalam menurunkan kolesterol dan menjaga kesehatan jantung. Kandungan lutein dan vitamin B di dalamnya juga bermanfaat untuk fungsi otak. “Vitamin B dapat menurunkan kadar homosistein yang terkait dengan penurunan fungsi kognitif,” ujar Pallian.

Mengonsumsi makanan yang tepat di usia 50 tahun ke atas merupakan investasi penting untuk menjaga kualitas hidup dan mencegah berbagai penyakit. Dengan pola makan yang seimbang, perempuan dapat terus menjalani hidup yang sehat, aktif, dan produktif di usia matang.

Advertisement