Otomotif

Viral Insiden Tol Padaleunyi: Sopir Travel Diduga Lakukan Manuver Berbahaya Pepet Sienta

Advertisement

Sebuah video yang menampilkan aksi ugal-ugalan sebuah mobil travel di Tol Padaleunyi, Jawa Barat, viral di media sosial dan memicu keprihatinan publik. Dalam rekaman tersebut, kendaraan travel terlihat melakukan manuver berbahaya dengan mendekat secara agresif kepada mobil lain, menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan pengguna jalan.

Gunaldi Yunus, salah seorang penumpang Toyota Sienta yang menjadi sasaran manuver berbahaya tersebut, menceritakan kronologi kejadian yang dialaminya. Ia mengaku kendaraannya sempat dipepet oleh mobil travel jenis Toyota Hiace yang melaju dengan kecepatan tinggi. Awalnya, pengemudi Sienta berupaya mengingatkan sopir travel, namun respons yang diterima justru adalah tindakan membahayakan.

“Saya sebagai penumpang mobil, awalnya kakak saya selaku sopir mencoba mengingatkan pengemudi travel, tapi justru kami dipepet,” ujar Gunaldi saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (20/4/2026).

Manuver agresif yang terekam pada Sabtu (18/4/2026) itu menimbulkan potensi kecelakaan beruntun. Kendaraan travel yang terlibat diketahui merupakan armada milik PT Bhineka Sangkuriang Transport.

Tindakan Tegas Perusahaan dan Penyelidikan Polisi

Menanggapi insiden tersebut, PT Bhineka Sangkuriang Transport segera mengambil tindakan. Perusahaan menyatakan permohonan maaf atas kejadian tersebut dan telah memutus hubungan kerja sama dengan pengemudi yang bersangkutan, yang diketahui berinisial AK.

“Diputus sebagai mitra sejak hari ini,” kata Anwar Kustiawan, Human Resources Development PT Bhineka Sangkuriang Transport, saat dikonfirmasi pada Senin (20/4/2026). Ia juga menegaskan bahwa penanganan kasus ini sepenuhnya diserahkan kepada pihak kepolisian.

“Terima kasih atas atensi dari teman-teman media semua. Tentunya mengenai kejadian tersebut, saat ini sedang didalami oleh pihak berwajib dan kita serahkan sepenuhnya kepada yang berwajib,” tambahnya.

Advertisement

Pihak kepolisian pun bergerak cepat menindaklanjuti laporan tersebut. Satlantas Polrestabes Bandung melakukan penelusuran menggunakan rekaman CCTV di sejumlah titik strategis, termasuk Gerbang Tol Buah Batu dan sepanjang ruas tol yang dilalui kendaraan travel tersebut.

“Selain itu, kami melakukan digital tracing untuk mendapatkan keterangan saksi mata sebagai dasar penindakan lebih lanjut,” ujar Kepala Bagian Operasi (KBO) Satlantas Polrestabes Bandung, AKP Deden Juandi.

Sebagai tindak lanjut, pengemudi travel telah diperiksa, termasuk menjalani tes urine. Ia juga telah dijatuhi sanksi tilang karena dinilai melanggar Pasal 283 juncto Pasal 106 ayat (1) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, terkait tata cara mengemudi yang membahayakan keselamatan.

Polisi juga mengimbau kepada perusahaan angkutan travel untuk lebih menekankan pentingnya aspek keselamatan berkendara (safety driving) kepada seluruh pengemudinya.

Insiden ini kembali mengingatkan pentingnya menjaga etika berlalu lintas, terutama di jalan tol yang memiliki batas kecepatan tinggi. Menjaga jarak aman dan menghindari konfrontasi merupakan kunci utama untuk menciptakan perjalanan yang aman bagi semua pengguna jalan.

Advertisement