JAKARTA, CNN Indonesia — Bentrokan antara kelompok debt collector dengan warga pecah di kawasan Cakung, Jakarta Timur, pada Selasa (21/4/2026) sore. Peristiwa ini terekam dalam sebuah video yang kemudian beredar di media sosial, menunjukkan petugas kepolisian berupaya keras melerai massa yang terlibat saling serang.
Dalam rekaman tersebut, terlihat polisi membawa alat pengendali massa berupa pelontar gas air mata, sembari berulang kali meminta kedua belah pihak untuk mundur dan menjauhi area kejadian. Narasi yang menyertai unggahan video di akun Instagram @warungjurnalis mengindikasikan bahwa akar permasalahan bentrokan ini adalah upaya penarikan kendaraan roda dua oleh pihak debt collector yang tidak diterima oleh warga.
“Gesekan diduga dipicu oleh penagihan lapangan motor. Kelompok penagih sempat berusaha merampas motor milik warga, namun warga melawan dan tidak terima, sehingga,” demikian keterangan yang dituliskan akun Instagram @warungjurnalis.
Situasi Terkendali
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Cakung, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Andre Tri Putra, membenarkan adanya insiden bentrokan tersebut. Ia menyatakan bahwa situasi di lokasi saat ini telah berangsur kondusif dan bentrokan tidak berlangsung dalam durasi yang lama.
“Sudah kondusif, anggota stand by. Tapi sudah aman kok, insyaallah sudah aman. Sudah dikumpulin tadi sore, sudah dikumpulin semua kok. Bukan warga Cakung juga kok pelakunya,” ujar Andre saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Selasa.
Andre menjelaskan lebih lanjut bahwa inti permasalahan bentrokan bermula ketika seorang warga, yang motornya akan ditarik oleh petugas debt collector, merasa tidak terima dan melakukan perlawanan. Warga tersebut kemudian diduga mengumpulkan rekan-rekannya untuk melakukan penyerangan ke kantor debt collector yang berlokasi di wilayah hukum Polsek Cakung.
“Tadi ada warga, cuma bukan warga Cakung ya. Ditarik lah motornya sama matel. Mungkin warga itu ngumpulin teman-temannya (menyerang kantor). Kebetulan kantor matel itu di wilayah kita,” tutur Andre.
Meskipun demikian, Andre mengaku belum dapat memastikan secara rinci lokasi pasti penarikan motor tersebut. Ia menambahkan bahwa penyerangan ke kantor debt collector dilakukan oleh sejumlah orang.
“Kita menghalau langsung ngamanin biar nggak ada korban. Tadi katanya mau buat laporan di Polres tadi, pihak kantor itu,” jelasnya.






