MAUMERE, KOMPAS.com — Lahan sempit berukuran 4×8 meter di pekarangan rumah di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, disulap menjadi kebun sayur produktif oleh seorang jurnalis media lokal. Pemanfaatan lahan terbatas ini tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga mendatangkan keuntungan.
Mario WP Sina, sang jurnalis, bersama istrinya, Agustina Dayanti Bole, dan anak mereka, memanfaatkan pekarangan rumah yang belum terpakai di Perumahan Sikka Regency, Dusun Daranatar, Desa Hoder. “Itu lahan ukuran 4×8 meter. Kami juga memanfaatkan pekarangan rumah yang belum ditempati pemiliknya,” ujar Mario kepada Kompas.com, Senin (20/4/2026).
Berkebun Sejak Pandemi
Kegiatan berkebun ini sebenarnya sudah dirintis Mario sejak beberapa tahun lalu. Namun, intensitasnya meningkat drastis sejak merebaknya pandemi COVID-19 pada tahun 2021.
“Waktu itu aktivitas di luar terbatas, jadi untuk mengisi waktu kami mulai menanam di rumah,” jelasnya.
Beragam Sayuran Tumbuh Subur
Di atas lahan yang terbatas itu, Mario menanam beragam jenis sayuran yang lazim dikonsumsi sehari-hari. Kangkung, sawi, pakcoy, dan selada menjadi pilihan utama. Tidak ketinggalan, ia juga membudidayakan cabai, tomat, dan kunyit.
Hasilnya, kebun kecil tersebut mampu mencukupi kebutuhan pangan keluarga secara mandiri. Lebih dari itu, kelebihan hasil panen pun turut dijual kepada para tetangga.
“Kalau panen lebih, kami jual. Biasanya tetangga yang beli,” tutur Mario. Ia menambahkan, selada merupakan salah satu komoditas yang paling laris dibeli oleh warga sekitar.
Ajakan untuk Masyarakat
Mario mengaku bersyukur atas keberhasilan memanfaatkan lahan sempit. Kegiatan ini tidak hanya membantu kebutuhan rumah tangga, tetapi juga menjadi sumber penghasilan tambahan.
Ia pun tak ragu untuk berbagi inspirasi dan mengajak masyarakat luas untuk melakukan hal serupa. “Saya mengajak masyarakat memanfaatkan lahan di rumah masing-masing. Ini sangat bermanfaat,” pungkasnya.






