Leicester City menghadapi jurang degradasi yang semakin dalam di EFL Championship. Setelah terlempar dari Premier League musim lalu, The Foxes kini berpotensi terdegradasi ke kasta ketiga sepak bola Inggris secara beruntun, menyusul rentetan dua kekalahan dan enam laga tanpa kemenangan yang membuat mereka terdampar di peringkat ke-23 dari 24 tim.
Nasib Leicester City bisa ditentukan pada Rabu (22/4/2026) dini hari WIB, saat mereka dijadwalkan bertandang ke markas Hull City. Kekalahan dalam laga tersebut akan memastikan mereka terdegradasi. Namun, bahkan kemenangan pun belum tentu menyelamatkan mereka, karena hasil pertandingan tim lain juga akan sangat menentukan.
Saat ini, Leicester tertinggal delapan poin dari zona aman yang ditempati Blackburn Rovers di peringkat ke-21 dengan 49 poin. Kemerosotan performa ini menjadi pukulan telak bagi publik Leicester, terutama mengingat status mereka sebagai juara Liga Premier satu dekade lalu dan peraih Piala FA hanya lima tahun silam.
Peluang Tipis untuk Bertahan
Meskipun situasi terlihat genting, kiper Leicester City, Asmir Begovic, masih menyimpan keyakinan timnya dapat terhindar dari degradasi. Kepada BBC Radio Leicester, Begovic menegaskan bahwa Leicester “akan terus berjuang” dan meyakini “segalanya masih mungkin” dengan sisa tiga pertandingan.
“Keyakinan itu masih ada,” ujar Begovic seperti dikutip dari BBC. “Ini pertandingan besar melawan Hull, dan jika kita memenangkannya, segalanya bisa terlihat sangat berbeda. Tentu saja kita membutuhkan sedikit keberuntungan dan sedikit nasib baik, tetapi kita akan terus berusaha semaksimal mungkin.”
Namun, gambaran realistis menunjukkan bahwa kemenangan atas Hull City saja tidak cukup untuk menjamin keselamatan. Jika West Bromwich Albion meraih kemenangan, Blackburn menang, atau Charlton bermain imbang, Leicester dipastikan terdegradasi pada pertengahan pekan ini.
Bahkan jika skenario yang menguntungkan terjadi, Leicester masih bisa terdegradasi jika kalah dari Millwall pada akhir pekan berikutnya. Sederhananya, untuk bertahan di Championship, The Foxes wajib memenangkan tiga laga sisa mereka sembari berharap banyak hasil pertandingan lain berpihak kepada mereka dalam 12 hari ke depan.
Kekecewaan dan Tuntutan Suporter
Para pendukung Leicester City agaknya telah mengantisipasi skenario terburuk musim ini. Kekhawatiran ini diperparah dengan sanksi pengurangan enam poin yang dijatuhkan kepada klub akibat pelanggaran finansial. Namun, banyak pendukung yang berpendapat bahwa tanpa sanksi tersebut pun, tim mereka tetap akan terperosok ke papan bawah.
Kekecewaan para fans memuncak pada tuntutan agar pemilik klub, Khun Aiyawatt ‘Top’ Srivaddhanaprabha, menjual klub, serta mendesak kepergian direktur olahraga, Jon Rudkin. Sejumlah pemain juga menjadi sasaran kritik karena dianggap tidak menunjukkan performa yang layak untuk berseragam The Foxes.
“Ini adalah penampilan terburuk mereka yang pernah saya lihat dalam waktu yang lama,” ungkap seorang pendukung, Nimesh Patel, kepada BBC East Midlands Today. “Saya tidak tahu siapa mereka,” tambahnya.
“Tidak ada jiwa, tidak ada belas kasihan, tidak ada urgensi, dan tidak ada permainan atau kreativitas yang nyata. Dan bagi kami untuk datang ratusan mil untuk menonton ini sungguh mengerikan,” keluh Patel.






