Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) di Singaraja, Bali, kembali dipercaya sebagai salah satu lokasi utama pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2026. Seluruh persiapan telah dimatangkan oleh pihak kampus, termasuk penyediaan fasilitas dan pembekalan bagi para pengawas ujian.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama Undiksha, Gede Rasben Dantes, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan 10 laboratorium komputer sebagai sarana pelaksanaan ujian. “Undiksha menyediakan 10 laboratorium komputer. Pengawas juga telah mendapatkan pembekalan agar pelaksanaan berjalan sesuai standar operasional prosedur,” ujar Rasben dalam keterangan resminya, Selasa (21/4/2026).
Pelaksanaan UTBK di Undiksha dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, terhitung mulai tanggal 21 hingga 23 April 2026. Total peserta yang akan mengikuti ujian di kampus ini mencapai 1.275 orang. Para peserta tersebut tidak hanya menjadikan Undiksha sebagai tujuan studi, tetapi juga mendaftar ke berbagai perguruan tinggi negeri lainnya di seluruh Indonesia.
Rasben menekankan komitmen Undiksha untuk menyelenggarakan UTBK secara profesional dan transparan. Tujuannya adalah untuk menjaring calon mahasiswa yang berkualitas. Selama pelaksanaan ujian, pengawasan akan dilakukan secara ketat. Setiap peserta akan menjalani pemeriksaan sebelum memasuki ruang ujian dan dilarang membawa barang-barang yang tidak sesuai dengan ketentuan.
Selain pengawasan internal, pelaksanaan UTBK di Undiksha juga akan dipantau oleh aparat penegak hukum. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa seluruh rangkaian ujian berjalan aman dan tertib. Sebagai tambahan, pemeriksaan identitas peserta akan melalui aplikasi VeriUTBK. Aplikasi ini dikembangkan oleh Unit Penunjang Akademik Teknologi Informasi dan Komunikasi (UPA TIK) Undiksha.
Verifikasi Wajah dengan Kecerdasan Artifisial
Aplikasi VeriUTBK menggunakan sistem pencocokan wajah berbasis kecerdasan buatan atau AI. Sistem ini memanfaatkan teknologi terkini untuk memverifikasi identitas peserta dengan dokumen resmi yang mereka miliki, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan kartu ujian.
Koordinator Pelaksana UTBK-SNBT Undiksha, I Ketut Resika Arthana, menjelaskan bahwa teknologi ini diterapkan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kecurangan. “Verifikasi melalui aplikasi ini hanya sebagai lapisan tambahan. Penerapannya masih terbatas dan dilakukan secara sampling, serta tidak boleh mengganggu jalannya ujian maupun menambah durasi verifikasi,” katanya.
Arthana menambahkan bahwa pemeriksaan identitas secara manual tetap menjadi tahapan utama dalam proses verifikasi. Selain itu, setiap peserta juga akan menjalani pemeriksaan fisik sebelum memasuki ruang ujian, dan dilarang membawa barang-barang yang tidak diizinkan.






