Tren

BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang 22–27 April 2026, Ini Daftar Wilayahnya

Advertisement

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi hujan lebat disertai angin kencang yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah Indonesia pada periode 22 hingga 27 April 2026. Peringatan ini disampaikan menyusul tingginya curah hujan yang telah terjadi di berbagai daerah dalam beberapa hari sebelumnya, yaitu 16 hingga 19 April 2026.

Data BMKG mencatat bahwa beberapa wilayah telah mengalami curah hujan yang signifikan. Kalimantan Barat melaporkan curah hujan mencapai 153,4 mm per hari, diikuti oleh Jawa Barat dengan 146,4 mm per hari, Sumatera Barat 134,8 mm per hari, dan Sumatera Utara 121,0 mm per hari. Sementara itu, Jawa Tengah mencatat 64,0 mm per hari dan Banten 50,0 mm per hari.

Pemicu Cuaca Ekstrem

Menurut BMKG, kondisi cuaca yang dipicu oleh aktivitas gelombang atmosfer ini dipengaruhi oleh fenomena seperti gelombang Rossby Ekuatorial dan Mixed Rossby-Gravity (MRG) di beberapa wilayah.

“Kondisi ini dipengaruhi oleh aktivitas gelombang atmosfer, seperti Rossby Ekuatorial dan Mixed Rossby-Gravity (MRG) di sejumlah wilayah,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.

Lebih lanjut, keberadaan Bibit Siklon Tropis 92S di Samudra Hindia, tepatnya di barat daya Lampung, turut berkontribusi dalam meningkatkan potensi cuaca ekstrem. Selain itu, terdeteksi pula sirkulasi siklonik di beberapa area, meliputi perairan barat Aceh, Kalimantan Barat, Laut Banda-Laut Arafuru, serta perairan utara Papua.

Kombinasi dari berbagai faktor ini menciptakan daerah pertemuan dan perlambatan angin (konvergensi dan konfluensi) yang mendukung pertumbuhan awan hujan. “Kondisi ini meningkatkan peluang terbentuknya awan hujan, baik di sekitar pusat sirkulasi maupun wilayah yang terdampak pola angin tersebut,” jelas BMKG.

Faktor lain yang memperkuat pembentukan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan lebat adalah pemanasan permukaan yang cukup intens pada siang hari, serta kelembapan udara yang masih tinggi di lapisan atmosfer bawah.

BMKG juga mengonfirmasi bahwa variabilitas iklim global seperti El Nino-Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) berada dalam kondisi netral selama sepekan ke depan, sehingga tidak memberikan pengaruh dominan terhadap cuaca di Indonesia. Namun, Monsun Australia diprakirakan mulai menguat dan membawa massa udara kering dari wilayah Australia.

Dominasi angin timur di sebagian besar wilayah Indonesia menjadi indikasi bahwa beberapa daerah mulai beralih dari musim hujan menuju musim kemarau. Meski demikian, potensi hujan tetap ada karena pengaruh dinamika atmosfer lainnya.

Fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) dilaporkan berada di fase 8 dan diprediksi melintas di wilayah Aceh. Sementara itu, gelombang Kelvin diperkirakan aktif di Sumatera, Jawa bagian barat, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, Maluku bagian selatan, hingga Papua. Gelombang Rossby Ekuatorial diprediksi aktif di Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku bagian selatan, dan Papua Selatan.

Advertisement

“Kombinasi dinamika atmosfer tersebut dapat mendukung pertumbuhan awan hujan di berbagai wilayah,” tegas BMKG.

Daftar Wilayah Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang

Berikut adalah sebaran wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat dan angin kencang pada periode 22-27 April 2026:

Periode 22-23 April 2026

Secara umum, cuaca didominasi hujan ringan hingga lebat. Namun, perlu diwaspadai peningkatan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah:

  • Aceh
  • Sumatera Utara
  • Sumatera Barat
  • Riau
  • Kepulauan Riau
  • Jambi
  • Sumatera Selatan
  • Kepulauan Bangka Belitung
  • Bengkulu
  • Lampung
  • Banten
  • DKI Jakarta
  • Jawa Tengah
  • DI Yogyakarta
  • Jawa Timur
  • Bali
  • Nusa Tenggara Barat
  • Nusa Tenggara Timur
  • Kalimantan Barat
  • Kalimantan Tengah
  • Kalimantan Timur
  • Kalimantan Utara
  • Kalimantan Selatan
  • Sulawesi Utara
  • Gorontalo
  • Sulawesi Tengah
  • Sulawesi Barat
  • Sulawesi Selatan
  • Sulawesi Tenggara
  • Maluku Utara
  • Maluku
  • Papua Barat Daya
  • Papua Barat
  • Papua Tengah
  • Papua Pegunungan
  • Papua
  • Papua Selatan

Selain itu, terdapat pula potensi hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah berikut:

  • Sumatera Utara
  • Sumatera Barat
  • Kepulauan Bangka Belitung
  • Bengkulu
  • Jawa Barat
  • Jawa Tengah
  • DI Yogyakarta
  • Jawa Timur
  • Bali
  • Nusa Tenggara Barat
  • Sulawesi Selatan
  • Papua Pegunungan
  • Papua Selatan

Periode 24-27 April 2026

Pada periode ini, cuaca umumnya didominasi hujan ringan hingga sedang. Meski demikian, potensi hujan sedang hingga lebat masih perlu diwaspadai di wilayah:

  • Aceh
  • Sumatera Utara
  • Sumatera Barat
  • Riau
  • Kepulauan Riau
  • Jambi
  • Sumatera Selatan
  • Kepulauan Bangka Belitung
  • Bengkulu
  • Lampung
  • Banten
  • Jawa Barat
  • Jawa Tengah
  • DI Yogyakarta
  • Jawa Timur
  • Nusa Tenggara Timur
  • Kalimantan Tengah
  • Kalimantan Selatan
  • Gorontalo
  • Sulawesi Tengah
  • Sulawesi Selatan
  • Sulawesi Tenggara
  • Maluku Utara
  • Maluku
  • Papua Barat Daya
  • Papua Tengah
  • Papua Pegunungan
  • Papua
  • Papua Selatan

Terdapat pula potensi hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah:

  • Papua Pegunungan

Selain itu, ada pula potensi angin kencang di wilayah:

  • Nusa Tenggara Timur

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama di wilayah yang masuk kategori peringatan dini. Dampak yang mungkin terjadi antara lain banjir, tanah longsor, pohon tumbang, hingga gangguan aktivitas transportasi.

Advertisement