Depok, Jawa Barat – Bermula dari dapur sederhana di Cimanggis, Depok, Mardiana berhasil mengembangkan usahanya yang bergerak di bidang penjualan beras merah. Perjalanan bisnisnya tidak hanya didorong oleh kerja keras, tetapi juga oleh bekal ilmu pengetahuan dan keinginan untuk terus belajar, yang ia dapatkan melalui program PNM Mekaar.
Kini, usaha beras merah Mardiana telah berkembang pesat. Ia mengakui bahwa pelatihan yang diberikan oleh PNM Mekaar jauh dari sekadar formalitas. Berbagai materi, mulai dari pemasaran digital, strategi penjualan, hingga pengelolaan media sosial, membuka cakrawala baru baginya.
“Dari pelatihan, saya jadi tahu ternyata jualan itu bukan cuma soal barang, melainkan cara kita menawarkan dan mengemasnya,” ujar Mardiana dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin (20/4/2026).
Pengetahuan yang didapatkannya tersebut mendorong Mardiana untuk mengubah pendekatannya dalam berbisnis. Jika sebelumnya ia hanya menunggu pembeli datang, kini ia proaktif menjemput pasar. Ia mulai rutin mengikuti berbagai kegiatan bazar di lingkungan sekitar, mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, hingga acara-acara di kampus-kampus Depok dan Jakarta.
Keikutsertaannya dalam bazar menjadi ajang uji coba untuk mengasah strategi pemasaran dan memahami kebutuhan pasar secara langsung. Inovasi sederhana pun lahir dari pengalamannya ini, yaitu olahan nasi liwet beras merah yang disajikan lengkap dengan lauk pauk. Produk ini tidak hanya menjawab kebutuhan konsumen akan kepraktisan, tetapi juga menawarkan pengalaman kuliner baru.
Inovasi Nasi Liwet dan Pemberdayaan Lingkungan
Tak hanya berfokus pada pengembangan usahanya sendiri, Mardiana juga turut memberdayakan pelaku usaha lain. Ia kini dipercaya untuk mengelola kantin di Kantor Kecamatan Cimanggis. Nasi liwet beras merah buatannya menjadi favorit para pegawai di sana dan kerap menjadi sajian rutin dalam berbagai kegiatan bulanan.
Berkat dukungan pengetahuan dan permodalan dari PNM Mekaar, pinjaman awal sebesar Rp 2 juta yang diterimanya kini telah berkembang menjadi Rp 7 juta. Dapur sederhana Mardiana kini mampu melayani pesanan harian hingga bulanan, dengan sistem pengantaran yang membuat hubungan dengan pelanggan terasa lebih personal.
Bagi Mardiana, pencapaian terbesar bukanlah sekadar angka rupiah, melainkan kepercayaan dan wawasan yang diperolehnya untuk terus bertumbuh dan beradaptasi.
Peran Pelatihan dalam Kemandirian Nasabah
Sekretaris Perusahaan PNM, L Dodot Patria Ary, menekankan pentingnya pelatihan dalam mendorong kemandirian para nasabah. Melalui program pelatihan dan pendampingan, PNM Mekaar berupaya meningkatkan kapasitas usaha nasabah potensial.
“Dari sana, nasabah bisa menemukan ide-ide baru, meningkatkan nilai tambah produk, dan memperluas pasar. Inilah yang kami dorong agar mereka benar-benar naik kelas,” jelas Dodot.
Dodot menambahkan bahwa ketika perempuan mendapatkan akses terhadap pengetahuan, dampaknya akan meluas, tidak hanya pada individu, tetapi juga pada keluarga dan lingkungan sekitar.
Kisah Mardiana menjadi bukti semangat Kartini masa kini. Ia menunjukkan bahwa emansipasi bukan hanya tentang kesetaraan, tetapi juga tentang keberanian untuk belajar, beradaptasi, berpikir kritis, berinovasi, dan menginspirasi.





