Presiden Como 1907, Mirwan Suwarso, mengungkapkan rasa bangganya meski timnya gagal melangkah ke final Coppa Italia 2025-2026 setelah kalah dramatis dari Inter Milan. Dalam pertandingan leg kedua semifinal yang digelar di Stadion Giuseppe Meazza pada Rabu (22/4/2026) dini hari WIB, Como harus mengakui keunggulan Inter Milan dengan skor akhir 3-2.
Kekalahan ini menunda ambisi Como untuk mencatatkan sejarah dengan tampil di final Coppa Italia pertamanya. Mirwan Suwarso menyayangkan terulangnya skenario serupa seperti saat kedua tim bertemu di kandang Como, di mana keunggulan dua gol timnya kembali mampu dibalikkan oleh Inter Milan, mengingatkan pada kekalahan 3-4 di Sinigaglia pada 13 April lalu.
“Hasil malam ini menyakitkan. Kami pergi ke San Siro dengan menunjukkan keberanian, kualitas, dan karakter, unggul 2-0, seperti di Sinigaglia,” ujar Mirwan Suwarso, dikutip dari Instagram resminya.
Meski demikian, sosok asal Indonesia ini tidak bisa menyembunyikan kebanggaannya atas penampilan para pemain Como. Ia menekankan bahwa lawan yang dihadapi adalah tim terbaik di Italia saat ini.
“Tim bermain dengan identitas dan tekad, dan untuk itu saya sangat bangga. Selamat kepada Inter atas respons mereka. Kemampuan mereka untuk bangkit dan menang 3-2 menunjukkan nilai sebuah tim hebat,” tambahnya.
Pesan Moral untuk Como
Di tengah kekecewaan akibat kegagalan di Coppa Italia, Mirwan Suwarso memberikan pesan penting kepada seluruh elemen Como 1907. Ia menegaskan bahwa kekalahan adalah bagian tak terpisahkan dari sebuah proses, meskipun terkadang sulit untuk diterima.
“Meskipun kami baru saja kalah dari salah satu tim terbaik di Italia, itu tidak mengurangi kekecewaan. Sepak bola terdiri dari momen-momen seperti ini, pasang surut yang mendefinisikan siapa kita,” tuturnya.
Mirwan percaya bahwa pelajaran dari kekalahan ini akan membawa Como 1907 menjadi lebih kuat di masa depan.
“Kalah dalam pertandingan seharusnya tidak membuat kita kehilangan arah. Tujuan kita tetap jelas: untuk meningkatkan diri, berkembang, dan terus maju,” imbuhnya.
Ia berpesan kepada para pemain untuk tetap bersemangat dan segera melupakan hasil pertandingan ini. Kepada Inter Milan, Mirwan berharap tim asuhan Simone Inzaghi tersebut dapat meraih kesuksesan di sisa musim kompetisi.
“Kepada seluruh Lariani: tetaplah tegakkan kepala malam ini. Ada banyak hal yang patut dibanggakan.”
“Kepada Inter, sekali lagi selamat dan semoga sukses untuk sisa musim ini,” tutupnya.
Apresiasi dari Cesc Fabregas
Rasa bangga atas penampilan timnya juga diungkapkan oleh pelatih Como 1907, Cesc Fabregas. Meskipun tersingkir dari Coppa Italia, Fabregas tidak sepenuhnya kecewa melihat perjuangan anak asuhnya.
Bagi eks gelandang Barcelona dan Arsenal ini, para pemain Como telah membuktikan kualitas mereka, sekalipun hasil akhir belum berpihak.
“Saya tenang; saya tahu para pemain ini akan menampilkan performa hebat hari ini. Saya sangat bangga, meskipun kami masih sedikit kekurangan,” ujar Fabregas, dikutip dari Tutto Mercato Web.
“Tentu saja saya kecewa. Dua tahun lalu kami bahkan tidak memiliki lapangan latihan. Saya bisa marah pada hari Jumat tentang performa melawan Sassuolo. Tapi tidak hari ini,” lanjutnya.
Kini, fokus Como 1907 beralih ke Serie A dengan target finis di zona Liga Champions. Dengan lima pertandingan tersisa, Fabregas bertekad untuk menyapu bersih kemenangan.
“Ada sedikit yang kurang, tetapi kami hanya bisa bangga dengan tim ini. Kami memiliki lima pertandingan liga tersisa dan kami tidak bisa kalah hanya karena kami sedih. Kami tidak bisa membiarkan musim ini sia-sia,” tegasnya.






