Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung mengerahkan 275 pengawas pada hari pertama pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026. Ratusan personel ini disebar di 11 kampus UPI di berbagai daerah guna mengantisipasi potensi kecurangan selama ujian berlangsung.
Kepala Kantor Komunikasi Informasi dan Pelayanan Publik UPI, Vidi Sukmayadi, menegaskan bahwa sistem pengawasan diterapkan secara ketat sejak awal. Kampus mengimplementasikan sistem pengawasan berlapis, termasuk pemeriksaan menyeluruh sebelum peserta memasuki ruang ujian.
“Untuk antisipasi ini, sebelum masuk, kami melakukan dua filter, jadi ganda, filter mulai dari sini, sampai nanti sebelum memulai,” ujar Vidi saat ditemui di lokasi, Selasa (21/4/2026).
Selain pengawasan internal, UPI juga menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan kelancaran pelaksanaan UTBK-SNBT 2026. Kolaborasi ini mencakup pengamanan pasokan listrik, keamanan, hingga ketersediaan jaringan internet.
“Jadi, ada 275 pengawas yang nanti akan terus memantau dan sebelum pelaksanaan sudah kami briefing di tanggal 1 April kemarin,” tambah Vidi.
Vidi merinci bahwa jumlah pengawas di setiap ruangan ujian disesuaikan dengan kapasitas ruang tersebut. “Tergantung, karena memang 275 tersebar. Hanya pembagiannya tergantung besar bedanya ruangan,” jelasnya.
Menyikapi potensi kecurangan, UPI menyatakan akan menindaklanjuti setiap temuan sesuai arahan panitia pusat. Sanksi tegas dapat diberikan, bahkan hingga kemungkinan sekolah asal peserta terkena daftar hitam (blacklist).
“Kami akan ditindaklanjuti, sanksi, dan mungkin sekolah yang terkait juga akan terkena blacklist ya. Insya Allah setiap ada kecurangan, kami coba cegah potensi kecurangan, jika itu terjadi kami akan langsung laporkan,” tuturnya.
Deteksi Kecurangan Melalui Alat Pendeteksi Logam
Dalam proses pemeriksaan peserta, panitia menggunakan alat deteksi logam untuk memastikan tidak ada perangkat terlarang yang dibawa ke dalam ruang ujian. Pemeriksaan ini dilakukan dari bagian atas hingga bawah tubuh peserta.
“Menggunakan alat deteksi logam, dari atas sampai bawah, kalau ada akan terdeteksi, hanya untuk yang berkerudung oleh jenis kelamin sama,” terang Vidi.
Ia menegaskan bahwa peserta hanya diperbolehkan membawa barang-barang yang telah ditetapkan sesuai ketentuan panitia.
“Nanti alat disediakan sesuai dengan apa yang mereka sudah diberikan boleh tidak dibawa,” ucapnya.
Pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 Hari Pertama Lancar
Pelaksanaan ujian pada hari pertama UTBK-SNBT 2026 di UPI dilaporkan berjalan lancar tanpa kendala berarti. Dari total 1.580 peserta yang dijadwalkan, tercatat sebanyak 55 orang tidak hadir.
“Sejauh ini alhamdulillah berjalan lancar, tadi lalu lintas masuk juga terpantau lancar. Hari ini jumlah peserta 1.580 orang, tidak hadir, itu 55 orang,” kata Vidi.
Jadwal dan Total Peserta
UTBK di UPI akan berlangsung selama 10 hari, dengan dua sesi ujian setiap harinya, kecuali pada hari Jumat dan Sabtu. Pelaksanaan ujian akan berlangsung hingga tanggal 30 April.
“Satu hari ada dua sesi, kecuali hari Jumat dan hari Sabtu. Jadi, sampai hari tanggal 30 April,” terang Vidi.
Secara keseluruhan, UPI menargetkan sebanyak 19.576 peserta untuk mengikuti UTBK-SNBT 2026.
Penerimaan Mahasiswa Baru UPI
Terkait kuota penerimaan mahasiswa baru, UPI telah menerima lebih dari 20 persen mahasiswa melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Sekitar 20 persen lainnya akan diterima melalui Seleksi Mandiri, dan sisanya akan diisi melalui kuota UTBK-SNBT.
“Untuk yang diterima masuknya kami akan menerima dari SNBP itu di atas 20 persen, nanti untuk SM kami ada 20 persen, sisanya dari UTBK,” pungkas Vidi.






