Megapolitan

Waduk Rawa Malang Jakut Tak Punya Akses Masuk, Hanya Ada Lubang Kecil

Advertisement

Warga di sekitar Waduk Rawa Malang, Semper Timur, Cilincing, Jakarta Utara, mengeluhkan minimnya akses masuk ke area waduk yang baru dibangun. Kondisi ini membuat fasilitas publik tersebut sulit dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Setidaknya, demikian keluhan yang disampaikan oleh sejumlah warga kepada Kompas.com.

Saddam, seorang warga Kampung Rawa Malang yang juga menjabat sebagai pengurus RT 09 RW 10 Semper Timur, mengungkapkan kebingungannya atas desain waduk yang dibangun sekitar tahun 2024 itu. Ia menuturkan bahwa seluruh area waduk dikelilingi tembok tanpa satu pun pintu akses masuk yang memadai.

“Kami juga sebagai warga di sini juga agak bingung nih, ini ada waduk tapi enggak ada pintu akses masuknya,” kata Saddam saat ditemui Kompas.com di lokasi pada Senin (20/4/2026).

Satu-satunya jalan masuk ke area waduk yang ada saat ini hanyalah sebuah lubang kecil yang dibuat oleh warga di salah satu sisi tembok. Mirisnya, sebagian tembok waduk bahkan dilaporkan rubuh akibat aktivitas tawuran yang kerap terjadi di sekitar lokasi.

Ketidaktersediaan akses masuk yang layak ini menjadi kendala utama bagi warga untuk memanfaatkan waduk. “Sebelah sana tembok dari tol, yang sini tembok dari pembangunan waduk gitu. Nah, untuk pintunya juga memang enggak ada didesain gitu,” jelas Saddam mengenai kondisi fisik pembatas waduk.

Selain kendala akses, Saddam juga menilai bahwa waduk tersebut belum dimanfaatkan secara efektif meskipun baru saja selesai dibangun. Ia menyuarakan harapannya agar pemerintah memberikan perhatian lebih serius.

“Harapan kita sih dari pemerintah tingkat apa dari tingkat Pemprov ataupun tingkat Wali Kota gitu kan bisa diperhatikan lagi di sini agar fasilitas ini bisa lebih efektif lagi kegunaannya untuk masyarakat,” ujarnya.

Advertisement

Menurutnya, jika waduk hanya dibiarkan tanpa akses yang memadai, keberadaannya akan sia-sia.

“Kalau cuma dibangun begini cuma sia-sia begini juga ya, mubazir lah gitu,” tegasnya.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh warga lain yang identitasnya dirahasiakan, dipanggil Andin. Ia mengonfirmasi bahwa tidak adanya pintu membuat akses ke waduk sangat terbatas. Warga terpaksa memanfaatkan bagian tembok yang jebol untuk bisa masuk.

“Ini jebol aja nih pas bagian sini. Orang enggak ada akses pintunya, gerbangnya enggak dibikin,” tuturnya.

Situasi ini berdampak pada kesulitan warga untuk menggunakan waduk untuk berbagai aktivitas, seperti berolahraga maupun sebagai tempat bermain anak-anak.

Advertisement