Megapolitan

Sempat Langka, 150 Karton Minyakita Kini Tersedia di Pasar Kebon Kembang Bogor

Advertisement

Pasokan minyak goreng curah bersubsidi merek Minyakita akhirnya kembali tersedia di Pasar Kebon Kembang, Kota Bogor, setelah sempat menghilang dari peredaran selama dua hingga tiga minggu. Ketersediaan ini diharapkan dapat meringankan beban para pedagang yang sebelumnya terpaksa beralih ke minyak curah non-subsidi.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian Kota Bogor, Rahmat Hidayat, mengonfirmasi bahwa sekitar 150 karton Minyakita telah didistribusikan ke pasar pada hari ini, Senin (20/4/2026). Pendistribusian ini menyasar tiga pengecer yang terdaftar dalam Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan.

“150 karton ke 3 pengecer yang terdaftar di SP2KP Kemendag,” jelas Rahmat saat dihubungi.

Rahmat menjelaskan bahwa kekosongan stok Minyakita di pasar terjadi karena sebagian besar pasokan dialihkan untuk program bantuan pangan atau bantuan sosial (bansos). “Ya memang ada kekosongan ya di pasar. Nah, menurut informasi karena dipakai untuk bantuan pangan bansos ya, bantuan pangan sosial itu, Minyakita itu. Makanya sekarang lagi di operasi pasar sama Bulog. Karena kan Bulog itu mengelola 35 persen (Minyakita),” ujarnya.

Untuk mengatasi defisit pasokan, Pemerintah Kota Bogor telah melayangkan surat permohonan penambahan alokasi Minyakita kepada Kementerian Perdagangan. Kebutuhan harian Minyakita di wilayah Kota Bogor diperkirakan mencapai 100 karton atau sekitar satu ton. “Kalau hariannya mah sekitar kalau itu teh satu ton ya, 100 karton ya. Satu ton. Kurang lebih lah ya, karena satu kartonnya kan 12 liter. Kurang lebih lah segitu biasanya ya hariannya,” tutur Rahmat.

Pedagang Gorengan Terpaksa Beralih

Sebelumnya, kelangkaan Minyakita telah memaksa para pedagang gorengan di Jalan Dewi Sartika, Kota Bogor, untuk kembali menggunakan minyak curah. Iwan, seorang pedagang gorengan, mengaku terpaksa beralih ke minyak curah setelah tidak lagi menemukan stok Minyakita di pasar-pasar tradisional.

“Saya pakai curah lagi, balik curah lagi jadinya. Sebelumnya pakai Minyakita pas awal ada tuh,” kata Iwan saat ditemui Kompas.com di Jalan Dewi Sartika, pada Minggu (19/4/2026).

Iwan telah mencari Minyakita hingga ke Pasar Anyar dan Pasar Cimahpar namun tidak berhasil menemukannya. Ia juga mengeluhkan ketidakpastian harga Minyakita yang sulit didapatkan. “Enggak jelas (harganya), biasa saya beli Rp 42.000 yang 2 liter. Itu ada sekarang Rp 45.000,” jelasnya.

Advertisement

Selain itu, harga minyak curah pun dilaporkan mengalami kenaikan, berkisar antara Rp 23.000 hingga Rp 25.000 per kilogram. “Iya, mau gimana lagi itu. Curah juga sama enggak jelas. Curah ada yang Rp 24.000, Rp 25.000 ada yang Rp 23.000,” tambahnya.

Pedagang gorengan lainnya, Arna, memilih untuk mencampur Minyakita dengan minyak goreng non-subsidi untuk menghemat biaya produksi. Ia bahkan harus rela menempuh perjalanan hingga ke Pasar Parung demi mendapatkan Minyakita.

“Sampai ke Pasar Parung, cuman harus dioplos sama minyak yang mahal biar bisa tetap dagang. Dikecilin orang komen, dinaikin harganya sama aja, jadi yaudah biasa aja,” tambah Arna.

Pasokan Terhenti Selama Tiga Minggu

Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya, Jenal Abidin, mengungkapkan bahwa pasokan Minyakita ke pasar-pasar di Kota Bogor telah terhenti selama dua hingga tiga minggu. Ketiadaan stok ini menyebabkan pihaknya tidak dapat menyuplai minyak goreng bersubsidi tersebut kepada para pedagang.

“Memang sudah 2 sampai 3 minggu enggak ada suplai lagi ke kami, jadi kami juga tidak bisa suplai ke pedagang pasar,” ungkap Jenal saat dihubungi Kompas.com, pada Minggu (19/4/2026).

Jenal menjelaskan bahwa Perumda Pasar Pakuan Jaya bekerja sama dengan Bulog untuk pasokan beras dan pihak swasta untuk Minyakita. Ia telah melakukan tindak lanjut kepada pihak swasta yang menjadi pemasok Minyakita, namun belum ada kejelasan kapan pasokan akan kembali normal. “Sudah, jadi kami ada tim UBMart di follow up dan memang belum bisa dikirim. Tidak jelas juga, belum bisa mengirim gitu saja,” tambahnya.

Kondisi ini menyebabkan stok Minyakita di Perumda Pasar Pakuan Jaya menipis dan hampir habis di seluruh pasar. Biasanya, Perumda Pasar Pakuan Jaya mampu menyuplai sekitar 3.000 dus Minyakita setiap bulan ke pasar-pasar seperti Pasar Sukasari dan Pasar Jambu Dua, dengan tiga hingga empat kali pengiriman. Namun, saat ini pasokan tersebut terhenti total.

Advertisement