Kecerdasan buatan (AI) terbaru dari Anthropic, yang diberi nama “Claude Mythos”, dilaporkan telah menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan menteri keuangan, bankir, dan pelaku industri finansial global. Model AI ini dinilai memiliki kemampuan yang berpotensi mengganggu keamanan sistem keuangan.
Kekhawatiran tersebut mencuat dalam berbagai forum internasional, bahkan menjadi topik pembahasan utama dalam pertemuan International Monetary Fund (IMF) di Washington DC yang berlangsung pada 13-18 April lalu. Menteri Keuangan Kanada, François-Philippe Champagne, menyatakan bahwa isu ini cukup serius hingga menjadi perhatian para menteri keuangan dunia.
“Jika disalahgunakan, serangan bisa berlangsung lebih cepat, masif, dan sulit dideteksi dibanding metode konvensional,” ujar Champagne, mengutip potensi ancaman yang dihadirkan oleh Claude Mythos.
Respon dari industri keuangan pun tidak kalah sigap. CEO Barclays, CS Venkatakrishnan, menekankan bahwa risiko ini sangat serius dan perlu dipahami lebih dalam, termasuk potensi kerentanan yang mungkin terekspos. Senada dengan itu, Gubernur Bank of England, Andrew Bailey, menilai perkembangan ini harus ditanggapi dengan sangat serius karena berpotensi meningkatkan risiko kejahatan siber.
Pengujian Terbatas dan Evaluasi Awal
Hingga kini, Anthropic belum merilis Claude Mythos ke publik. Model ini baru diberikan secara terbatas kepada sejumlah perusahaan teknologi besar seperti Amazon Web Services, CrowdStrike, Microsoft, dan Nvidia untuk keperluan pengujian keamanan.
Lembaga UK AI Security Institute, yang telah menguji versi awal model ini, melaporkan bahwa Mythos memang mampu menemukan banyak celah pada sistem dengan perlindungan lemah. Meski demikian, lembaga tersebut belum melihat bukti keunggulan yang jauh melampaui model-model sebelumnya.
Sebagai langkah mitigasi, sejumlah bank besar dan otoritas keuangan telah diberikan akses awal untuk menguji sistem mereka sebelum model ini dirilis secara luas. Langkah proaktif ini diambil untuk memastikan ketahanan sistem terhadap potensi ancaman baru berbasis AI.
Dampak pada Saham Keamanan Siber
Kekhawatiran terhadap Claude Mythos juga mulai terasa di pasar keuangan, khususnya pada sektor keamanan siber. Setelah informasi mengenai kemampuan model ini beredar, kapitalisasi pasar perusahaan keamanan siber dilaporkan menyusut sekitar 14,5 miliar dollar AS (sekitar Rp 248 triliun) dalam satu hari.
Penurunan ini dipicu oleh kekhawatiran investor bahwa AI generasi baru dapat melemahkan efektivitas sistem keamanan yang ada saat ini, terutama jika mampu mengeksploitasi celah secara otomatis dan dalam skala besar. Sejumlah saham perusahaan keamanan siber besar tercatat mengalami penurunan signifikan pada Kamis, 27 Maret 2026, bertepatan dengan beredarnya kabar mengenai Mythos.
Penurunan Saham Perusahaan Keamanan Siber Signifikan
Perusahaan-perusahaan keamanan siber yang terdampak penurunan signifikan antara lain:
- Saham Palo Alto Networks turun sekitar 6–7,5 persen
- CrowdStrike melemah sekitar 5–7,2 persen
- Zscaler anjlok hingga 5–8 persen
- SentinelOne turun sekitar 8 persen
- Fortinet turun sekitar 2,4–4,8 persen
Para investor menilai, jika AI ofensif berkembang lebih pesat dibandingkan solusi pertahanan, maka model bisnis perusahaan keamanan siber berpotensi terdampak secara signifikan.






