Homey

Jangan Pakai 8 Material Ini di Kamar Mandi, Ini Penjelasan Desainer Interior

Advertisement

Kamar mandi tak lagi sekadar area fungsional untuk membersihkan diri, namun telah berevolusi menjadi ruang relaksasi dan perawatan diri. Tren mendekorasi kamar mandi agar menyerupai fasilitas spa mewah pun kian populer di kalangan pemilik rumah.

Namun, di balik upaya mempercantik estetika, para pakar desain interior mengingatkan pentingnya pemilihan material yang tepat. Material yang tidak sesuai justru dapat berujung pada pemborosan waktu dan biaya renovasi di kemudian hari karena tidak tahan terhadap kelembapan.

Melansir dari House Beautiful, berikut adalah delapan material dan fitur yang disarankan untuk dihindari saat merancang kamar mandi, berdasarkan pandangan tiga desainer interior ternama.

1. Wallpaper Serat Alami (Grasscloth)

Meskipun mampu memberikan sentuhan tekstur klasik yang mewah, desainer interior Travis London menyarankan untuk tidak menggunakannya di kamar mandi. “Material ini tidak sanggup menahan kelembapan tinggi di kamar mandi,” ujarnya.

Menurut London, kemewahan sejati tidak hanya terpancar dari penampilan, tetapi juga dari daya tahan material seiring berjalannya waktu. Wallpaper jenis ini rentan rusak akibat paparan uap air dan kelembapan yang konstan.

2. Permukaan High-Gloss

Permukaan yang sangat mengkilap cenderung mudah memperlihatkan bekas sidik jari dan noda air. Selain memberikan kesan “dingin” dan kaku, material ini dinilai tidak praktis untuk area dengan mobilitas tinggi seperti kamar mandi.

Para desainer lebih merekomendasikan penggunaan batu alam atau material dengan finishing matte yang dapat menciptakan suasana lebih hangat dan tenang.

3. Keramik Cermin (Mirrored Tile)

Lauren Saab, pendiri Saab Studios, mengidentifikasi keramik cermin sebagai salah satu material yang paling sulit perawatannya. “Setiap percikan air akan terlihat jelas,” katanya.

Seiring waktu, lapisan reflektifnya dapat rusak akibat kelembapan, memunculkan bintik hitam atau efek berkabut. Sebagai alternatif, keramik biasa atau batu poles dianggap lebih fungsional.

4. Tirai Kamar Mandi Plastik Murahan

Tirai plastik transparan atau berwarna putih polos yang mudah menunjukkan noda air dan jamur sebaiknya dihindari. Desainer Sherrell Neal menyarankan penggunaan pelapis kain (fabric liner) standar hotel yang dapat dicuci dengan mesin.

Advertisement

Pilihan ini tidak hanya lebih higienis, tetapi juga memberikan tampilan yang jauh lebih elegan dibandingkan tirai plastik.

5. Penutup Kloset Berbahan Bulu

Tren penutup kloset atau karpet shaggy dari era 80-an ini dinilai kurang menarik secara visual dan sangat tidak higienis. Material ini mudah menyerap kuman dan kotoran.

“Menurutku itu tidak enak dipandang dan tidak higienis,” kata Neal merujuk pada material tersebut. Ia menyarankan penggunaan keset kamar mandi (bathmat) sederhana yang mudah dicuci di samping area shower.

6. Karpet Permanen (Wall-to-Wall Carpet)

Memasang karpet yang menutupi seluruh lantai kamar mandi dianggap sebagai kesalahan besar. “Ini memerangkap kelembapan, bau, dan bakteri, terutama di sekitar bak mandi atau toilet,” jelas Saab.

Pilihan lantai yang lebih optimal tetap jatuh pada keramik berukuran besar atau batu alam yang lebih mudah dibersihkan dan tidak memerangkap kelembapan.

7. Produk Peel-and-Stick (Stiker Tempel)

Meskipun sering dianggap sebagai solusi dekorasi cepat atau ekonomis bagi penyewa, produk stiker lantai atau dinding jarang bertahan lama di lingkungan kamar mandi yang lembap. Panas dan uap air dapat menyebabkan ujung-ujungnya terkelupas, berubah warna, dan membuat ruangan terlihat tidak terawat.

8. Kabinet Berbahan MDF

Penting untuk menghindari penggunaan furnitur berbahan Medium Density Fibreboard (MDF) di area yang dekat dengan sumber air. “Kebocoran kecil saja bisa membuat material ini membengkak, melengkung, dan hancur lebih cepat dari yang dibayangkan,” ungkap Saab.

Sebagai gantinya, kayu solid atau plywood kualitas tinggi (marine-grade) sangat direkomendasikan karena daya tahannya yang lebih baik terhadap air.

Advertisement