Global

Geger, Planet Mars Terbukti Pernah Layak Huni

Advertisement

Penemuan tujuh senyawa organik baru di batuan Mars, lima di antaranya belum pernah terdeteksi sebelumnya, semakin memperkuat dugaan bahwa Planet Merah pernah memiliki kondisi yang layak huni miliaran tahun lalu. Temuan ini diungkap oleh rover Curiosity milik NASA dan dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications pada Selasa (21/4/2026).

Eksperimen yang dilakukan rover tersebut bahkan mengindikasikan adanya senyawa organik dengan struktur mirip prekursor DNA, molekul pembawa informasi genetik pada kehidupan di Bumi. Namun, para ilmuwan mengingatkan bahwa senyawa organik, yang menjadi dasar struktural kehidupan di Bumi, juga bisa terbentuk melalui proses non-biologis.

Bukti Mars Pernah Layak Huni Terungkap

Mars, yang diperkirakan terbentuk bersama Bumi sekitar 4,5 miliar tahun lalu, pada awal sejarahnya diyakini lebih hangat dan basah dibandingkan kondisi dingin dan kering saat ini. Penemuan ini menambah jejak bukti bahwa planet tersebut mungkin pernah mendukung kehidupan.

Baik rover Curiosity maupun Perseverance milik NASA telah berhasil mendeteksi material organik di Mars. Curiosity, yang menjelajahi Kawah Gale, sebuah area yang diduga terbentuk akibat tumbukan meteorit dan dulunya merupakan danau, menemukan kelimpahan mineral lempung di wilayah Glen Torridon. Keberadaan mineral lempung ini mengindikasikan adanya air di masa lalu.

Para peneliti berhipotesis bahwa meteorit mungkin membawa materi organik ke Mars, sementara air menyediakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangannya. “Kami belum dapat mengatakan bahwa Mars pernah memiliki kehidupan, tetapi temuan kami semakin memperkuat bukti bahwa Mars adalah dunia yang layak huni pada masa yang sama ketika kehidupan mulai muncul di Bumi,” ujar Amy Williams, astrobiolog dan ilmuwan planet dari University of Florida yang merupakan penulis utama studi tersebut.

Williams menekankan, “Perlu diteguhkan, kami belum menemukan bukti adanya kehidupan dalam studi ini, tetapi kami semakin memperjelas jenis molekul penyusun kehidupan yang pernah ada di Mars.”

Advertisement

Bahan Dasar Kehidupan Terawetkan dalam Batuan Miliar Tahun

Sampel batuan yang dianalisis oleh Curiosity diperkirakan berusia minimal 3,5 miliar tahun. Rover yang mendarat di Mars pada 2012 ini mengambil sampel tersebut pada tahun 2020.

Salah satu molekul yang berhasil diidentifikasi adalah benzotiofena, yang juga ditemukan pada meteorit dan asteroid. “Material yang sama yang jatuh ke Mars melalui meteorit juga jatuh ke Bumi, dan kemungkinan menyediakan bahan dasar bagi kehidupan seperti yang kita kenal,” jelas Williams. “Kami melihat bahan penyusun kehidupan, kimia prebiotik di Mars, yang terawetkan dalam batuan ini selama miliaran tahun.”

Mineral lempung diketahui lebih baik dalam menjaga senyawa organik dibandingkan mineral lain, sehingga lokasi tersebut menjadi fokus penelitian. Rover Curiosity dilengkapi dengan bahan kimia TMAH yang mampu memecah materi organik untuk analisis komponennya, sebuah metode pengujian yang belum pernah dilakukan di luar Bumi sebelumnya.

Williams menambahkan bahwa salah satu molekul yang mengandung nitrogen merupakan “prekursor dari bagaimana DNA akhirnya terbentuk.” Namun, ia kembali menegaskan bahwa belum dapat dipastikan apakah materi organik tersebut berasal dari proses geologi, dampak meteorit, atau dari kehidupan itu sendiri.

Meskipun demikian, temuan ini memberikan optimisme. Williams menyatakan, “jika materi organik kompleks dari kehidupan memang terawetkan di Mars, kita seharusnya dapat mendeteksinya dengan instrumen rover saat ini maupun yang akan datang.”

Advertisement