Jakarta – Munculnya jerawat di usia 40 tahun ke atas, termasuk di area leher, bukanlah hal yang aneh. Kondisi ini seringkali terasa lebih besar dan nyeri dibandingkan jerawat pada umumnya. Menurut pakar dermatologi, jerawat leher pada usia dewasa dipicu oleh kombinasi perubahan hormon, produksi minyak berlebih, serta rutinitas perawatan kulit yang kurang memadai.
Namun, kabar baiknya, masalah ini dapat diatasi dengan penanganan yang tepat. Berikut adalah beberapa langkah yang disarankan untuk menyembuhkan jerawat leher di usia 40 tahun ke atas.
Membersihkan Leher Secara Menyeluruh
Langkah awal yang krusial namun kerap terabaikan adalah kebersihan area leher. Banyak orang hanya fokus pada perawatan wajah, padahal leher juga berpotensi menjadi tempat penumpukan kotoran. Dermatolog Shereene Idriss menekankan pentingnya membersihkan leher dari sisa sunscreen, riasan, dan keringat yang dapat memicu jerawat.
“Banyak orang sering lupa membersihkan kulit leher, padahal kamu harus menghilangkan seluruh penumpukan sunscreen, makeup, dan keringat yang bisa memicu jerawat,” ujar Idriss, seperti dikutip dari Real Simple, Rabu (22/4/2026).
Membersihkan leher secara cermat, terutama setelah beraktivitas fisik atau saat berkeringat, dapat mencegah penyumbatan pori-pori yang menjadi awal mula timbulnya jerawat.
Pilih Pembersih Khusus Jerawat
Selain menjaga kebersihan, pemilihan produk pembersih juga memegang peranan penting. Sabun biasa terkadang tidak cukup efektif untuk mengatasi jerawat yang sudah meradang.
Idriss merekomendasikan penggunaan pembersih yang mengandung benzoyl peroxide untuk membantu memberantas bakteri penyebab jerawat. “Gunakan pembersih wajah dengan benzoyl peroxide di kamar mandi satu atau dua kali seminggu untuk membantu membunuh bakteri pemicu jerawat,” jelasnya.
Bagi individu dengan kulit cenderung berminyak, pembersih berbahan dasar sulfur juga dapat membantu mengendalikan produksi sebum. Pengurangan minyak berlebih ini berpotensi menurunkan risiko munculnya jerawat di area leher.
Perawatan Topikal untuk Mempercepat Penyembuhan
Penggunaan krim atau losion khusus merupakan langkah penting untuk mempercepat proses penyembuhan jerawat leher. Ahli dermatologi Kavita Mariwalla menyarankan, “Carilah krim dengan alpha hydroxy acid seperti glycolic. Pilih juga losion antibakteri yang bisa diresepkan oleh dokter kulit.”
Bahan seperti AHA bekerja dengan mengangkat sel kulit mati, sehingga mencegah penyumbatan pori-pori. Sementara itu, produk antibakteri secara langsung melawan bakteri pemicu jerawat.
Idriss menambahkan bahwa eksfoliasi kimiawi secara rutin, namun tidak berlebihan, juga penting. “Kamu tetap perlu melakukan eksfoliasi dengan bahan kimia setidaknya beberapa kali dalam seminggu,” katanya. Selain itu, bahan seperti azelaic acid juga direkomendasikan untuk penanganan jerawat hormonal.
Perhatikan Kondisi Hormonal dan Konsultasi Dokter
Jerawat yang muncul di usia 40-an seringkali berkaitan erat dengan perubahan hormonal, termasuk kondisi seperti perimenopause atau gangguan hormonal lainnya. Idriss menyarankan agar faktor internal ini tidak diabaikan, terutama jika jerawat muncul secara terus-menerus.
“Penting untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai kemungkinan pemeriksaan PCOS, yang bisa bertahan hingga usia 40-an dan muncul di area wajah bawah serta leher,” ujarnya.
Dengan memahami akar penyebab jerawat yang lebih dalam, penanganan yang dilakukan dapat menjadi lebih efektif dan tidak hanya sebatas mengatasi gejala di permukaan.






