Viral Video Diduga MJL Sebut Tidak Akan Beri Insentif Bagi Hamba Tuhan yang Berpolitik

Pengamat: Jangan Politisasi Insentif Hamba Tuhan Jadi Komoditas Politik

Ketua BPMJ GMIM Ekklesia Wangurer Pdt Itha Umboh

BITUNG, (manadotoday.co.id) – Suhu politik menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kota Bitung semakin panas. Teranyar, beredar video yang diduga menunjukan calon Walikota Nomor Urut 1 Maximilian Jonas Lomban (MJL) yang memberi pernyataan terkait program insentif hamba Tuhan. Video tersebut diduga direkam saat MJL melakukan pertemuan terbatas di Kelurahan Tendeki, Kecamatan Ranowulu, Selasa (17/11/2020) lalu.

Dalam video yang berdurasi 1 menit ini dan viral di media sosial, Max Lomban selaku calon petahana meminta para hamba – hamba Tuhan untuk tidak terlibat dalam politik. Ia menegaskan, apabila ada hamba-hamba Tuhan yang berpolitik, mereka akan dihapus dalam daftar penerima insentif.

“Tapi bagi hamba-hamba Tuhan yang sudah sangat melibatkan diri pada politik dengan sangat menyesal mereka sudah tidak akan dimasukan lagi sebagai penerima insentif hamba Tuhan. Karena hamba Tuhan depe kerja melayani domba-dombanya. Domba-domba ini ada yang warna hitam, warna putih, warna itu warna ini. Tapi kalau gembala, kalau pendeta so betul betul berpolitik, ya dengan sangat menyesal hamba Tuhan itu tidak dimasukan lagi sebagai penerima insentif pada tahun depan. Dan SK-nya saya yang teken pada bulan Desember,” kata Max Lomban dalam rekaman video.

Baca Juga:
1 of 497

Menanggapi video tersebut, pengamat politik di Kota Bitung, Novianto Topit menyayangkan pernyataan calon Walikota Nomor Urut 1 MJL yang notabene petahana. Menurutnya, insentif bagi hamba Tuhan yang sudah tertata dalam APBD Pemkot Bitung, hendaknya tidak dijadikan alat untuk memasung hak politik pendeta menentukan dukungan di pilkada serentak 2020.

Lanjut dia, dalam situasi Pilkada serentak 2020 saat ini, Para hamba Tuhan berhak untuk menentukan Pilihan dari ketiga Paslon sesuai dengan pilihan masing-masing dari kita sebagai hamba Tuhan.

“Jangan jadikan Intensif bagi hamba Tuhan, sebagai upaya dalam politik identitas untuk mendapatkan kekuasaan aktual dengan mengorbankan para hamba Tuhan,” tutupnya.

Terpisah Ketua BPMJ GMIM Eklesia Wangurer Pendeta Itha Umboh memberikan apresiasi atas perhatian Pemkot Bitung yang menganggarkan insentif bagi hamba Tuhan melalui APBD sebesar Rp 750 Ribu setiap bulan.

“Selaku Pendeta, kami tetap mendoakan semua pasangan calon, sebagai bentuk pelayanan dan bukan hanya mendoakan satu paslon saja. Silakan di ditanya kepada Jemaat, semua di doakan mulai dari calon Walikota sampai Wakil Walikota tanpa terkecuali,” ucapnya ketika ditemui sejumlah wartawan, Rabu (18/11/2020). (alo)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.