Money

Bank CIMB Niaga (BNGA) Bakal Buyback Saham, Apa Alasannya?

Advertisement

PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) akan melakukan pembelian kembali saham atau buyback. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang juga menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 4,07 triliun.

Direktur Compliance, Corporate Affairs & Legal CIMB Niaga, Fransiska Oei, menjelaskan bahwa persetujuan buyback diberikan kepada pembelian kembali saham dari pemegang saham publik. Jumlah maksimum saham yang akan dibeli kembali adalah 220.000 lembar dengan total biaya maksimal Rp 480 juta.

Menurut Fransiska, aksi korporasi ini bertujuan untuk mendukung program remunerasi berbasis saham bagi manajemen bank yang termasuk dalam kategori Material Risk Taker (MRT). “Akan digunakan sebagai bagian dari program remunerasi berbasis saham kepada manajemen bank yang termasuk Material Risk Taker (MRT),” kata dia dalam keterangan tertulis, Senin (20/4/2026).

Lebih lanjut, Fransiska menambahkan bahwa buyback ini merupakan upaya pemenuhan program remunerasi yang bersifat variabel. Hal ini juga sejalan dengan ketentuan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 45 Tahun 2015 tentang Penerapan Tata Kelola Dalam Pemberian Remunerasi Bagi Bank Umum.

RUPST Juga Setujui Laporan dan Perubahan Anggaran Dasar

Selain menyetujui rencana buyback saham, RUPST CIMB Niaga juga mengesahkan beberapa agenda penting lainnya. Salah satunya adalah Pengkinian Rencana Aksi Pemulihan (Recovery Plan) yang telah disesuaikan dengan ketentuan dan kondisi terbaru sesuai arahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Advertisement

RUPST juga menyetujui Perubahan Anggaran Dasar Perseroan. Dalam rapat tersebut, juga disampaikan Laporan Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) Perseroan, laporan pertanggungjawaban penggunaan dana hasil Obligasi Subordinasi III Bank CIMB Niaga Tahun 2018 Seri B, dan laporan realisasi pengalihan pembelian kembali saham Perseroan.

Dividen Tunai Rp 4,07 Triliun

Dalam RUPST yang sama, pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp 4,07 triliun untuk dibagikan sebagai dividen tunai. Keputusan ini disambut baik oleh para investor.

Jumlah dividen tunai yang dibagikan setara dengan 40 persen dari total laba bersih (bank only) CIMB Niaga sepanjang 2025 yang mencapai Rp 6,78 triliun. Dividen tunai ini dijadwalkan akan dibayarkan selambat-lambatnya 30 hari kalender setelah keputusan RUPST diambil.

Sisa laba bersih tahun buku 2025 setelah dikurangi pembagian dividen tunai akan dibukukan sebagai laba ditahan. Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk membiayai kegiatan operasional dan pengembangan usaha bank.

Advertisement