Penampilan gemilang Vinicius Junior dalam kemenangan Real Madrid atas Deportivo Alaves, Rabu (22/4/2026), menuai pujian dari pelatih Alvaro Arbeloa. Gol spektakuler dari jarak jauh yang dicetak Vinicius menjadi salah satu kunci kemenangan 2-1 Los Blancos di Santiago Bernabeu, yang sekaligus menjaga persaingan ketat di papan atas La Liga.
Arbeloa menilai Vinicius menunjukkan mentalitas luar biasa dalam pertandingan tersebut. Ia mampu membalikkan keadaan dan mengubah cemoohan dari sebagian penonton menjadi tepuk tangan meriah berkat performanya.
“Vinícius selalu berusaha keras dalam situasi sulit,” ujar Arbeloa dalam konferensi pers pasca pertandingan, mengutip ESPN. “Dia memikul beban tim di pundaknya. Kita tidak bisa meragukan sikapnya. Dia tidak bersembunyi, dia berani. Dia adalah penggemar Madrid, dia merasakan semangat dan lambang klub.”
Lebih lanjut, Arbeloa mengapresiasi reaksi positif dari para suporter. “Para penonton menuntut, mereka menginginkan yang terbaik dari para pemain mereka,” lanjutnya. “Vini hari ini mengubah siulan menjadi tepuk tangan, dia pernah melakukannya sebelumnya, dan itulah yang penting.”
Pembelaan untuk Pemain Muda Real Madrid
Selain Vinicius, Arbeloa juga memberikan dukungan moril kepada Eduardo Camavinga yang belakangan menjadi sorotan negatif akibat kartu merah di kompetisi Eropa. Arbeloa menegaskan bahwa pemain muda tersebut memiliki kredibilitas dan pengalaman yang mumpuni untuk terus berkembang.
“Dia memiliki banyak kepribadian dan banyak pengalaman meskipun masih muda,” tegas Arbeloa. “Dia seperti Vini, mereka datang ke Real Madrid di usia sangat muda, mereka telah melakukan banyak hal dan memenangkan trofi penting. Dia memiliki kepercayaan dari pelatih dan klub, dan saya yakin juga dari para penggemar.”
Dinamika Kebugaran dan Strategi Tim
Pertandingan kontra Alaves juga diwarnai ekspresi kekecewaan dari Jude Bellingham yang ditarik keluar pada menit ke-58. Arbeloa memberikan penjelasan logis mengenai keputusannya tersebut, mengingat padatnya jadwal pertandingan yang harus dihadapi tim.
“Jude datang dari tempat asalnya,” jelas pelatih kelahiran Salamanca pada 17 Januari 1983 itu. “Di Munich, dia bermain 90 menit penuh untuk pertama kalinya setelah sekian lama, dan pada hari Jumat kami akan memainkan pertandingan lain.”
“Dia memiliki mentalitas dan ambisi seperti itu, dan bahkan dalam pertandingan seperti ini dia ingin terus membantu dan tetap berada di lapangan,” pungkasnya.






