Wali Kota Tomohon Ikut Musrenbangnas 2017

Reporter : | 26 Apr, 2017 - 5:01 pm WITA

Wali Kota Tomohon Jimmy F Eman SE Ak dan Musrenbangnas 2017

Wali Kota Tomohon Jimmy F Eman SE Ak dan Musrenbangnas 2017

JAKARTA, (manadotoday.co.id)—Wali Kota Tomohon Jimmy F Eman SE Ak Rabu (26/4/2017) mengikuti Pembukaan Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) yang dibuka Presiden RI Ir Joko Widodo di Ruang Birawa Hotel Bidakara Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav. 71-73 Jakarta Selatan.

Saat menghadiri Pembukaan Musrenbangnas, Wali Kota Tomohon didampingi Kepala Bapelitbangda Ir Ervinz DH Liuw MSi, Kabag Humas Christo P Kalumata SSTP dan Viktor Tompodung.

Saat membuka Musrenbangnas, sedikitnya ada enam arahan yang disampaikan Presiden Joko Widodo. Pertama, anggaran agar digunakan dengan memperhatikan fokus dan prioritas. Pertajam prioritas, jangan banyak-banyak prioritasnya.

Kedua¸kegiatan harus terintegrasi, jangan sampai bikin bendungan tetapi tidak ada saluran irigasinya.

Ketiga, APBN dan APBD terbatas. Kembangkan alternative pembiayaan pembangunan yang inovatif, misalnya securitisasi.

Keempat, Ikuti perubahan teknologi dan globalisasi yang semakin cepat. Persaingan semakin tinggi. Berebut investasi.Kita harus berikan pelayanan yang cepat.

Pembukaan Musrenbangnas 2017

Pembukaan Musrenbangnas 2017

Kelima, Dalam persaingan saat ini, bukan besar mengalahkan kecil, tapi yang cepat akan mengalahkan yang lambat. Jadi, kita harus cepat.

Keenam, Indonesia saat ini terfragmentasi, terkotak-kotak berbagai aturan yang tidak sinergis di berbagai K/L, 34 provinsi dan 500-an kabupaten dan kota. Berbagai aturan harus disederhanakan dan disinergikan. Sehingga Indonesia dapat menjadi satu kesatuan ekonomi nasional yang besar, terpadu, harmonis dan terintegrasi makin efisien.

‘’Harus ada konsolidasi pusat dan daerah dalam pembangunan serta efisiensi dalam penggunaan anggaran. Fokuslah pada infrastruktur dan investasi,’’ kata Presiden.

Selama lima tahun tambah Jokowi, Indonesia membutuhkan 5.500 triliun untuk pembangunan. Sementara yang tersedia hanya 1.500 triliun. Untuk itu, Jokowi meminta agar menarik investor. (ark)    

 

Baca Juga :

Leave a comment