Kolesterol Baik (HDL) Vs Kolesterol Jahat (LDL)

Reporter : | 14 Mei, 2015 - 12:49 pm WITA

Kolesterol , LDL, HDL, Hiperkolesterolemia

Makanan cepat saji adalah salah satu jenis makanan yang banyak mengandung kelsterol (foto: pixabay)

ManadoToday – Pada dasarnya Kolesterol itu lembut dan seperti lemak, mereka ditemukan dalam aliran darah dan selurh sel dalam tubuh. Normal bagi manusia memiliki kolesterol. Kolesterol merupakan bagian penting dari tubuh yang sehat, karena itu digunakan untuk memproduksi membran sel dan beberapa hormon, dan melayani fungsi tubuh lain yang diperlukan. Tapi, terlalu banyak kolesterol dalam darah merupakan risiko utama untuk penyakit jantung koroner (yang mengarah ke serangan jantung) dan stroke. Hiperkolesterolemia adalah istilah medis untu tingkat tinggi kolesterol dalam darah.

Sumber Kolesterol:

Kolesterol berasal dari dua sumber, tubuh dan makanan. Hati dan sel-sel lain dalam tubuh menghasilkan sekitar 75 persen dari kolesterol dalam darah. 25 persen lainnya berasal dari makanan yang kita makan.

Kolesterol LDL (Low-density lipoprotein) adalah kolesterol “buruk”. Ketika LDL terlalu banyak beredar di dalam darah, mereka dapat menyumbat arteri, meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Kolesterol LDL diproduksi secara alami oleh tubuh, tetapi banyak orang mewarisi gen dari ibu mereka, ayah atau bahkan kakek-nenek menyebabkan LDL diproduksi terlalu banyak.

Kolesterol tidak dapat larut dalam darah. Mereka harus diangkut ke tempat tujuan oleh lipoprotein. Jika Low-density lipoprotein, (LDL) atau, dikenal sebagai kolesterol “jahat”. Maka High-density lipoprotein, atau HDL, dikenal sebagai kolesterol “baik”.

Kolesterol LDL dan HDL

LDL (kolesterol jahat):

Ketika terlalu banyak LDL (kolesterol jahat) beredar dalam darah, LDL perlahan-lahan akan menumpuk dalam arteri yang berfungsi memberi makan jantung dan otak. Bersama-sama dengan zat lain, dapat membentuk plak yang tebal dan dapat mempersempit arteri dan membuatnya kurang fleksibel. Kondisi ini dikenal sebagai Aterosklerosis. Jika tumpukan ini mempersempit arteri, serangan jantung atau stroke dapat terjadi.

HDL (kolesterol baik):

Sekitar seperempat sampai sepertiga dari kolesterol darah dibawa oleh high-density lipoprotein (HDL). Kolesterol HDL dikenal sebagai kolesterol “baik”, karena tingkat HDL yang tinggi dapat melindungi terhadap serangan jantung. HDL yang rendah (kurang dari 40 mg / dL) juga meningkatkan risiko penyakit jantung. Beberapa ahli percaya bahwa HDL dapat menghilangkan kelebihan kolesterol (plak) pada arteri, dan memperlambat penumpukan nya.

Trigliserida:

Trigliserida adalah bentuk lemak yang dibuat di dalam tubuh. Peningkatan Trigliserida dapat disebabkan oleh kelebihan berat badan / obesitas, aktivitas fisik, merokok, konsumsi alkohol berlebihan dan diet yang sangat tinggi karbohidrat (60 persen dari total kalori atau lebih). Orang dengan Trigliserida tinggi sering memiliki kadar kolesterol yang tinggi, termasuk tingkat LDL yang tinggi dan tingkat HDL yang rendah. Banyak orang dengan penyakit jantung dan Diabetes juga memiliki kadar Trigliserida yang tinggi.

Kolesterol Lp:
Lp adalah variasi genetik LDL (kolesterol jahat). Tingkat tinggi Lp merupakan faktor risiko yang signifikan untuk pengembangan dini penumpukan lemak di arteri. Lp tidak sepenuhnya dipahami, tetapi mungkin berinteraksi dengan zat yang ditemukan di dinding arteri dan berkontribusi terhadap penumpukan lemak.

Baca Juga :

Leave a comment