Tomohon Masuk Daerah Obesitas Tertinggi di Indonesia

Reporter : | 29 Agu, 2018 - 7:22 pm WITA

Orientasi Kesehatan Olahraga Obesitas di Kota Tomohon

Orientasi Kesehatan Olahraga Obesitas di Kota Tomohon

TOMOHON, (manadotoday.co.id)—Kota Tomohon ternyata masuk kategori daerah tertinggi obesitas atau orang gemuk dari kabupaten dan kota lainnya di Indonesia berdasarkan data yang dimiliki Kementerian kesehatan Republik Indonesia.

Untuk itu, selang 27-29 Agustus, bertempat di Aula Tulip Inn Kelurahan Paslaten Satu Tomohon Timur dilaksanakan kegiatan Orientasi Kesehatan Olahraga Obesitas yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara.

Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Utara melalui Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Tidak Menular  dan Kesehatan Jiwa dr Felicia Kalesaran MKes mengungkapkan, dipilihnya Kota Tomohon sebagai lokasi kegiatan karena merupakan daerah yang tingkat obesitasnya tertinggi di Indonesia.

dr Felicia Kalesaran MKes saat membawakan materi

dr Felicia Kalesaran MKes saat membawakan materi

‘’Sulawesi Utara merupakan provinsi kedua tertinggi tingkat obesitas. Dan, Kota Tomohon tertinggi di Sulawesi Utara dan masuk dalah satu daerah tertinggi tingkat obesitasnya di Indonesia,’’ ujar Kalesaran.

Untuk itu dalam materinya, dr Felicia menganjurkan  masyarakat untuk rajin berolahraga dan mengurangi konsumsi makanan-makanan berlemak yang berpotensi menimbulkan obesitas serta tidak merokok.

dr Joy Rattu MS PhD  saat membawakan materi

dr Joy Rattu MS PhD saat membawakan materi

‘’Ini jika mau terhindar dari obesitas. Pola makan juga sangat mempengaruhi terjadinya obesitas. Harus perbanyak buah-buahan dan sayuran,’’ tandasnya.

Pemateri lainnya adalah dr Joy Ratu MS PhD. Menurutnya, setiap hari dengan berolahraga minimal 30 menit bisa mencegah terjadinya obesitas. Apalagi banyak mengkonsumsi  buah dan sayur serta rajin memeriksakan kesehatan.

Pemateri lainnya, Marthen Manua, Kabid Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Lingkungan mewakili Kadis Kesehatan Kota Tomohon dr Deesje Liuw MBiomed serta dr Rima F Lolong dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara. (ark)

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Advertisement
.