Warga Matani dan Walian Tomohon Tewas di Kolam Kawanua Cottage

Reporter : | 17 Feb, 2018 - 8:42 am WITA

Kapolres Tomohon AKBP I Ketut Agus Kusmayadi SIK saat berada di RS Gunung Maria

Kapolres Tomohon AKBP I Ketut Agus Kusmayadi SIK saat berada di RS Gunung Maria

TOMOHON, (manadotoday.co.id)—Apes dialami dua gadis remaja masing-masing Andreyna Seke (12), warga  Matani Dua Lingkungan IX Tomohon Tengah dan Trixie Nelwan (12), warga Walian Tomohon Selatan. Jumat (16/2/2018), saat berenang di Kolam Kawanua Cottage Kelurahan Walian Satu Tomohon Selatan, tewas.

Informasi yang dihimpun manadotoday.co.id menyebutkan, pukul 15:08 kedua korban bersama seorang lelaki Franky Seke yang diketahui adalah ayah salah satu korban mendatangi Kawanua Cottage. Setelah membayar karcis, mereka masuk ke dalam area kolam renang. Saat itu hanya mereka yang berada di kolam renang.

Sekitar pukul 15:16, Frangky Seke meninggalkan Kawanua Cottage. Tinggalah kedua korban yang ditinggalkan mandi di kolam.

Pukul 15:451, Frangky kembali ke Kawanua Cottage langsung menuju ke kolam. Betapa terkejutnya Frangky melihat kedua korban sudah tenggelam dan langsung berteriak minta tolong.

Kapolres 1Rion Ishak, karyawan Kawanua Cottage langsung lari menuju ke kolam renang memberikjan pertolongan dengan memanggil karyawan lainnya Marthen Sama membantu Frangky Seke yang sementara memberikan pertolongan kepada anaknya.

Frangky menyuruh kedua karyawan tersebut mengambil korban lainnya yang masih berada di dalam kolam. Kedua korban l;angsung dilarikan ke RS terdekat, RS Gunung Maria Tomohon.

Di dalam kolam ditemukan satu buah HP anti air yang diduga digunakan keduanya untuk foto-foto selfie.

Sayangnya, korban Trixie meninggal begitu tiba di rumah sakit. Korban Andreyna, meninggal beberapa saat setelah tiba di rumah sakit.

Kapolres Tomohon AKBP I Ketut Agus Kusmayadi SIK membenarkan peristiwa tersebut. Begitu mendapat laporan, Kapolres langsung menuju ke TKP dan RS Gunung Maria.

‘’Ya, kasusnya sementara ditangani Polsek Tomohon Selatan. Pihak keluarga meminta agar korban tidak diotopsi,’’ tukas Kapolres. (ark)

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Advertisement
.