Minsel Darurat Obat, e-Katalog Ditenggarai Jadi Pemicu

Reporter : | 14 Nov, 2017 - 11:49 am WITA

Puskesmas minsel, Darurat Obat, e-Katalog

Kadis Kesehatan Minsel dr Ternie Paruntu

AMURANG, (manadotoday.co.id) – Pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) saat ini belum maksimal.

Hal ini disebabkan karena kurangnya ketersediaan obat di pusat layanan kesehatan masyarakat. Kondisi ini dapat dikategorikan Kabupaten Minsel sedang darurat obat.

Kurangnya ketersedian obat di pusat leyanan kesehatan masyarakat, diakui sejumlah kepala Puskesmas.

“Ya, kondisi ini sudah berlangsung lama, padahal setiap bulan kita menyampaikan permintaan obat berdasarkan e-Katalog. Akibatnya, ketika kita sering anjurkan ke pasien untuk datang melakukan pemeriksaan jika obat sudah masuk,” kata Kepala Puskesmas Kumelembuai dr Christian Tambingon.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Minsel dr Ternie Paruntu, ketika dikonfimasi mengakui jika memang layanan kesehatan di Puskesmas dan RSUD belum maksimal akibat ketersediaan obat yang minim.

“Ini karena pemerintah memberlakukan system e-Katalog, sehingga suplay obat terhambat,” ujar Paruntu.

Padahal menurut Paruntu, sebelum e-Katalog diberlakukan pasokan obat di Puskesmas dan RSUD, sangat lancar.

“Masalah ini berlaku secara Nasional. Karena itu saya berharap untuk maksimalnya pelayanan kesehatan di Puskemas dan RSUD, pemerintah akan meninjau kembali system e-Katalog dan kembali memberlakukan system lama,” pungkasnya. (lou)

Baca Juga :

Leave a comment