Proyek Jembatan Wioi Berbandrol Miliaran Mubasir, DPRD Mitra Bakal Hearing Dinas PUPR

Reporter : | 31 Okt, 2018 - 9:34 pm WITA

 Jembatan Wioi , mark up  Jembatan Wioi , DPRD Minahasa Tenggara, Dinas PUPR,  Tonny Hendrik Lasut Am.Tm, Vocke Ompi RATAHAN, (manadotoday­.co.id) – Proyek jembatan di Desa Wioi Satu, Kecamatan Ratahan Timur, yang menelan anggaran Rp 1,1 miliar terkesan mubazir, karena hingga kini tidak kunjung difungsikan. Kondisi jembatan nyaris sepenuhnya tertutup dengan rumput liar dan daun pepohonan.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) Tonny Hendrik Lasut Am.Tm, mengatakan pihaknya akan memanggil Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk dilakukan hearing.

“Dalam waktu dekat ini kami akan memanggil dinas terkait untuk minta klarifikasi terkait pembangunan jembatan Wioi yang dinilai mubasir pemanfaatannya.” ujar Lasut, Rabu (31/10/2018).

Senada dikatakan Vocke Ompi yang juga anggota DPRD Komisi II. Dirinya mengatakan sudah menerima laporan dari masyarakat atau konstituennya bahwa jembatan yang dianggarkan tahun 2017 itu tidak ada bermanfaat.

“Kok bisa anggaran yang sudah dikucurkan 1,1 miliar itu cuma dibuat badan jembatannya. Kalau seperti itu diharapkan pihak penegak hukum untuk melakukan pemeriksaan terhadap fisik jembatan dengan anggaran yang ada. Ini berpotensi mark up, anggaran sebesar itu belum terselesaikan, ini mubazir karena tidak difungsikan. Saya berharap kepada pihak APH untuk mengauditnya,”tukas Ompi

Sementara itu Kepala Dinas PUPR, sebelumnya melalui Kepala Bidang Cipta Karya Wangkanusa Riung, mengatakan pembangunan jembatan tersebut memang tidak bakal selesai dalam satu tahap. Dia menyebutkan anggaran pembangunan jembatan tersebut yakni 1,7 miliar, namun diplot menjadi jadi 1,1 M.

“Sehingga sampai pada pelaksanaan pengerjaannya tinggal 1,08 miliar,” katanya.

Dia pun sangat menyayangkan sikap badan anggaran (banggar) yang memotong usulan pembangunan jembatan.

“Kalau boleh untuk pembangunan jembatan jangan dikurangi. Karena bisa terjadi seperti ini. Berbeda dengan pembangunan jalan yang jika dana dipotong, panjang jalan bisa disesuaikan,” jelasnya.

Sementara untuk pembangunan lanjutan bakal dilakukan tahun depan dengan anggaran Rp 400 juta.

“Anggaran jembatan sudah diplot Rp 400 juta untuk pembangunan lanjutan,” tandasnya.(ten)

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Advertisement
.