Pesan MaMa di Perayaan Paskah 2018

Reporter : | 02 Apr, 2018 - 8:49 am WITA

Pesan MaMa di Perayaan Paskah 2018 Pesan MaMa di Perayaan Paskah 20182WALIKOTA dan Wakil Walikota Bitung, Maximiliaan J Lomban SE MSi dan Ir Maurits Mantiri (MaMa), merayakan Paskah dengan beribadah bersama keluarga, masing-masing di GMIM Sentrum Kecamatan Maesa dan di GMIM Iktus Batuputih, Kecamatan Ranowulu, Minggu (1/4/2018).

Sebagai pesan perayaan Paskah, Lomban mengingatkan tentang makna Paskah yang menunjukkan pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib.

“Pengorbanan itu membebaskan manusia dari seluruh perbudakan dosa. Hal ini hanya terjadi bagi mereka yang percaya kepada-Nya. Paskah bisa disebutkan sebagai tindakan Allah mengasihi manusia, dengan mengorbankan anak-Nya yang tunggal yaitu Yesus Kristus,” tutur Lomban.

Pesan MaMa di Perayaan Paskah 20184 Pesan MaMa di Perayaan Paskah 20181 Lanjutnya, dengan merayakan Paskah, ada iman pengharapan, dimana yang percaya telah dimenangkan melalui kebangkitan Yesus Kristus.

“Yesus telah membebaskan manusia dari kehidupan kekhawatiran dan ketakutan ke dalam kehidupan yang penuh suka cita dan pengharapan,” kata Lomban.

Sementara itu, Mantiri mengingatkan bahwa perayaan Paskah yang diperingati saat ini jangan dijadikan sebagai acara seremonial semata, tapi hendaknya dimaknai secara baru dengan kesediaan dan keterbukaan untuk ditransformasi oleh kuasa kebangkitan Yesus Kristus. Sehingga kemudian semangat Paskah dapat mewujudkan persekutuan dan ikatan persaudaraan.

Pesan MaMa di Perayaan Paskah 20185 Pesan MaMa di Perayaan Paskah 20183Mantiri juga mengatakan bahwa dengan gema Paskah ini, dapat menjadi momentum refleksi apa kerja kita, apa tugas kita yang menanti kedepan, secara khusus kemitraan gereja dan pemerintah.

“Gereja dan pemerintah mempunyai konsentrasi yang sama yakni bagaimana mensejahterahkan dan membangun rakyat. Meskipun kata makmur dan sejahtera itu tetap menjadi cita-cita, tetap menjadi sebuah kenyataan yang harus digapai, dan harus diusahakan,” tutup Mantiri.(kys/adv)

Baca Juga :

Leave a comment