Angka Harapan Hidup di Sulut Tinggi, Olly Sebut Peranan Faked Unsrat Manado

Reporter : | 31 Mei, 2017 - 12:02 am WITA

Dies Natalis ke-58 Faked Unsrat Manado

Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Ellen Joan Kumaat, M.Sc, DEA, dan jajaran Faked Unsrat pada acara Dies Natalis ke-58 Faked Unsrat Manado.

SULUT, (manadotoday.co.id) – Tingkat harapan hidup masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2016 lalu, mencapai 71,02 tahun atau melampaui rata-rata angka nasional dengan harapan hidup 70,1 tahun. Hal ini tidak terlepas dari peranan Fakultas Kedokteran (Faked) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado.

“Tingkat harapan hidup manusia di Sulawesi Utara saat ini bisa mencapai 70 hingga 75 tahun. Tentunya peningkatan ini juga karena peranan Fakultas Kedokteran Unsrat sehingga kesehatan masyarakat menjadi lebih baik,” ujar Gubernur Sulut Olly Dondokambey, ketika memberikan sambutan pada acara Dies Natalis ke-58 Faked Unsrat Manado, yang digelar di Gedung Auditorium, Selasa (30/5/2017).

Pada kesempatan itu, Olly juga memuji keberhasilan Faked Unsrat meraih akreditasi A untuk pertamakalinya setelah didirikan 58 tahun lalu.

“Atas nama pemerintah, saya mengucapkan selamat merayakan dies natalis ke-58 kepada segenap keluarga besar Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Semoga perayaan ini semakin memantapkan komitmen, prestasi dan untuk mengembangkan kompetensi para generasi bangsa di bidang kesehatan,” tandasnya.

Dikatakan Olly lagi, Pemprov Sulut akan membantu Faked Unsrat Manado terkait kendala minimnya tenaga pengajar yang hanya berjumlah 186 dosen dengan jumlah mahasiswa 3.020 orang.

“Nanti kami akan membahas solusi  tersebut. Pemerintah provinsi pasti memperhatikan dan membantu seoptimal mungkin,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor Unsrat Manado Prof. Dr. Ir. Ellen Joan Kumaat, M.Sc, DEA menerangkan, kegiatan dies natalis kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Hal itu disebabkan untuk pertamakalinya dalam 58 tahun keberadaannya Faked Unsrat mampu meraih akreditasi A dan prestasi itu harus dipertahankan.

“Pencapaian akreditasi A oleh Fakultas Kedokteran Unsrat ini tentunya dihasilkan oleh etos kerja dan atmosfer akademik yang baik. Kita harus mampu mempertahankannya,” ujarnya.

Dikatakan Kumaat, namun prestasi itu ternyata dicapai di tengah persoalan kurangnya tenaga dosen. Oleh karena itu, Ellen juga meminta perhatian dari pihak pemerintah provinsi atas kekurangan tenaga pengajar di Faked Unsrat.

“Kami juga memohon perhatian dari pemerintah karena masih kurangnya jumlah dosen di Fakultas Kedokteran,” katanya.

Diketahui, dies natalis ini turut dihadiri Ketua panitia dies natalis Dr. dr. Jeanette I Manoppo, Sp.A(K), Dekan Fakultas Kedokteran Prof. Dr. dr. Adrian Umboh Sp.A(K), Ketua Senat Prof. Dr. Herry E.J Pandeleke, M.Sc, Sp.KK(K) dan seluruh mahasiswa Fakultas Kedokteran Unsrat. (ton)

Baca Juga :

Leave a comment