Atasi Kebakaran Hutan dan Lahan, Eman Usul Dibentuk Satgas

Reporter : | 25 Agu, 2016 - 10:30 pm WITA

Wali Kota Tomohon ikut Video Conference dengan Kapolri di Polda Sulut

Wali Kota Tomohon ikut Video Conference dengan Kapolri di Polda Sulut

MANADO, (manadotoday.co.id)—Wali Kota Tomohon Jimmy F Eman SE Ak mengungkapkan, untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan, perlu dibentuk Satuan Tugas (Satgas) agar penanganan bisa dilakukan dengan cepat dan tepat.

Hal ini dikatakan Eman saat mengikuti rapat dengan Kapolda Sulut bersama pemerintah daerah dan provinsi se-Sulawesi Utara di Mapolda Sulut usai Video Conference dengan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian tentang Penanggulangan Kebakaran hutan dan Lahan Kamis (25/8/2016).

Kapolda Sulut Irjen Pol Wilmar Marpaung pun menerima masukan dari Wali Kota Tomohon yang didampingi Kabag Humas dan Protokol Fransiskus Ferdinand  Lantang SSTP. Hadir dalam acara ini para walikota, kepala instansi terkait beserta jajaran pemerintahan kota se-Sulut

Dalam Video Conference tersebut Kapolri mengatakan bahwa pentingnya audit kepatuhan yang merupakan salah satu strategi untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan.

Dengan memberikan upaya edukasi dan peringatan bagi semua pelaku kehutanan baik pemerintah daerah maupun perusahaan untuk membenahi diri, melengkapi kapasitas sesuai standar dan peraturan dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan.

Wali Kota Tomohon mengusulkan pembentukan Satgas penanganan kebakaran hurtan dan lahan dalam rapat dengan Kapolda

Wali Kota Tomohon mengusulkan pembentukan Satgas penanganan kebakaran hurtan dan lahan dalam rapat dengan Kapolda

Serta instrumen yang tepat untuk pembelajaran, menegakkan peraturan dan memberikan efek jera bagi korporasi serta pemda yang tidak serius dalam menjaga wilayahnya dari kebakaran.

‘’Langkah yang telah kami lakukan untuk mitigasi kebakaran hutan dan lahan di tahun 2016 ini, adalah pemberdayaan masyarakat desa dengan membentuk Masyarakat Peduli Api dan menggerakkan pelaku usaha perkebunan dan hati untuk mendukung program sekat kanal,’’ kata Kapolri.

Kendari begitu  ada beberapa kendala yang dihadapi. Salah satunya kondisi geografis kebakaran hutan dan lahan pada lokasi yang sulit terjangkau.

Setelah selesai acara video conference dengan Kapolri, Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Wilmar Marpaung mengadakan rapat didampingi Kadis Kehutanan Herry Rotinsulu membahas tema yang sama. Kapolda Sulut mengatakan bahwa di provinsi Sulawesi Utara sangat jarang terjadi kebakaran hutan tetapi tidak boleh lengah, harus tetap waspada. ‘’Mencegah lebih mudah dari pada memadamkan api,’’  tukas Kapolda. (ark)

Baca Juga :

Leave a comment