Angka Kematian Akibat PTM Meningkat, Masyarakat Diminta Cermat Menkonsumsi Makanan

Reporter : | 03 Agu, 2016 - 11:29 pm WITA

 Workshop Program Edukasi Cermati Konsumsi GGL dan Baca Label Kemasan Makanan dari Nurtifood

Kematian PTM , penyakit tidak menular, dr. Lyli S. Sulistyowati MM,

Direktur Pencegahan dan Pengendalian PTM Kemenkes RI dr. Lyli S. Sulistyowati, Yusra Egayanti selaku Kepala Subdirektorat Standardisasi Pengan Khusus BPOM RI, dan Susana selaku Head of Nutrifood Research Center, ketika memberikan materi di media workshop Nutrifood di Hotel Peninsula Manado

MANADO, (manadotoday.co.id) – Angka kematian akibat penyakit tidak menular (PTM) di Indonesia khususnya di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), terus meningkat. Pasalnya, dari data 49,9 persen di Tahun 2001, menjadi 59,5 persen di Tahun 2007 dan terus mengalami peningkatan di tahun-tahun selanjutnya.

Hal tersebut terungkap dalam media workshop program edukasi “Cermati Konsumsi Gula, Garam, Lemak (GGL) dan Baca Label Kemasan Makanan, yang digelar Nurtifood bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), di Hotel Peninsula Manado, Rabu (3/8/2016).

Terkait data tersebut, dr. Lyli S. Sulistyowati MM, selaku Direktur Pencegahan dan Pengendalian PTM Kemenkes RI, yang menjadi salah satu pembicara pada workshop tersebut, mengajak supaya masyarakat untuk cermat dalam memilih makanan yang dikonsumsi.

“Tingginya angka kematian akibat PTM ini, diharapkan menjadi perhatian serius masyarakat terutama dalam memilih makanan yang dikonsumsi,” ujar dr. Lyli.

Kata dia lagi, masyarakat pula diharapkan supaya bisa mengetahui kadar jumlah kebutuhan GGL setiap hari. Sebab, kelebihan GGL bisa menyebabkan kegemukan (obesitas), resistensi insulin kadar gula darah (hiperglikemi), sampai pada diabetes mellitus.

“Diabetes yang tak terkontrol ini, bisa menyebabkan resiko mengganggu organ tubuh lainya, seperti jantung, ginjal, dan lainnya,” ungkap dr. Lyli.

Dia menambahkan, anjuran batas konsumsi GGL yang disarankan Kemenkes RI yaitu, untuk gula per orang/hari adalah 50 gram (4 sendok makan). Untuk garam per orang/hari 2000 miligram natrium/sodium atau 5 gram garam (1 sendok teh). Dan lemak, batas konsumsinya per orang/hari adalah 67 gram (5 sendok makan minyak).

Sementara itu, Yusra Egayanti selaku Kepala Subdirektorat Standardisasi Pengan Khusus BPOM RI, pada materinya, menganjurkan agar masyarakat memperhatikan label pada setiap kemasan makanan yang akan dibeli. Menurut Egayanti, hal-hal penting yang harus diperhatikan, diantaranya label halal, waktu kadaluarsa, nama produk, komposisi makanan, dan informasi nilai gizi (NIG).

“Hal lain yang juga harus diperhatikan, apakah memiliki izin dari BPOM,” ingatnya.

Sedangkan Susana selaku Head of Nutrifood Research Center, mengatakan, program edukasi GGL dan baca label makanan kemasan ini, telah dilaksanakan sejak 2013 melalui media workshop di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan khususnya pada kader PKK DKI dan Kepulauan Seribu.

“Tahun 2015 lalu, kegiatan ini dilaksanakan bagi dokter-dokter di seluruh Jakarta. Dan tahun ini, kegiatan ini diperluas ke wilayah lainnya di Indonesia seperti di Yogyakarta, Banten, dan Manado,” terang Susana.

Dia menambahkan, nutrifood secara inovatif menginspirasi dan membantu setiap individu untuk mencapai keseimbangan hidup dengan menjalankan pola hidup sehat yang menyenangkan.

“Kami berharap lewat program edukasi nutrifood ini, dapat meningkatkan kecermatan masyarakat terhadap makanan yang dikonsumsi,” pungkasnya.

Sekedar informasi, data dari nutrifood terkait tingkat prevalensi beberapa PTM di Sulut, lebih tinggi dibandingkan prevalensi PTM nasional, diantaranya, hipertensi 27,1 persen dibanding angka nasional 25,8 persen. Diabetes melittus 3,6 persen dibanding angka nasional 2,3 persen. Jantung koroner 1,7 persen dibanding angka nasional 1,5 persen. Gagal ginjal kronis 0,4 persen dibanding angka nasional 0,2 persen, dan stroke 14,9 persen dibanding angka nasional 12,1 persen. (ton)

Baca Juga :

Leave a comment