Warga Minta Pemkab Minahasa Timbun “Kawasan Sepeet” di Kawangkoan

Reporter : | 02 Mei, 2016 - 9:47 pm WITA

KAWANGKOAN, (manadotoday.co.id) – Warga Kawangkoan, mengeluhkan keberadaan “Kawasan Sepeet” yang terletak diantara kelurahan Sendangan Tengah dan Kelurahan Kinali. Pasalnya, kawasan yang menurut orang Kawangkoan dulunya menyimpan sejarah, kini sudah tak terawat lagi, bahkan sudah dijadikan tempat pembuangan sampah.

“Kami meminta kepada pemerintah kabupaten untuk menimbun kawasan tersebut agar tidak lagi dijadikan tempat sampah,” ujar Kepala Pasar Kawangkoan yang juga penanggung-jawab persampahan di Kawangkoan, Frangky Runtuwarouw, Senin (2/5/2016).

Lanjutnya, Pemkab Minahasa harus memanfaatkan lokasi itu dengan membangun sarana infrastruktur yang berguna untuk kegiatan apa saja, sebab kawasan tersebut adalah milik pemerintah dan arealnya cukup luas.

BACA JUGA:

BBGRM XIII dan HKG-PKK ke-44 Tingkat Kota Bitung Dicanangkan

Buwas Launching Website Anti Narkoba se-Indonesia di Tomohon

Bupati Minsel Irup di Peringatan Hardiknas

Warga Duga Ada Tenaga Kerja Asing Illegal di PT SEJ

Pejabat Pemkot Bitung Kenakan Pakaian Adat di Upacara Hardiknas

Menurut Runtuwarow, kawasan tersebut makin hari makin jelek, sehingga merusak pemandangan Kota Kawangkoan. Terlebih letaknya berada di tengah-tengah pusat Kota Kawangkoan, yang hampir bersebelahan dengan kantor Camat Kawangkoan.

“Letaknya berada di pusat Kota Kawangkoan, sehingga merusak wajah Kawangkoan,” tandas Runtuwarouw. Permintaan yang sama disampaikan tokoh masyarakat Kawangkoan Harly Umbas.

Menurutnya, Kawasan tersebut akan bermanfaat bagi masyarakat jika di bangun semacam gedung atau tempat pertemuan umum.

“Kami kira sudah saatnya kawasan itu di tata, tanahnya di manfaatkan, dengan begitu akan mengurangi wajah suram Kota Kawangkoan yang sering dikunjungi oleh tamu-tamu dari berbagai tempat dari dalam mupun luar negeri oleh karena kacang dan biapongnya, belum lagi Kawangkoan dikenal sebagai kota ragey dan potensi pariwisatanya,” tukas Umbas. (rom)

Baca Juga :

Leave a comment