Harga Jagung di Minahasa Tinggi

Reporter : | 09 Feb, 2016 - 5:56 pm WITA

TONDANO, (manadotoday.co.id) – Harga jagung di Kabupaten Minahasa, tinggi. Kondisi ini, membuat sejumlah peternak ayam, babi, kuda bahkan pemilik kuda bendi, berpikir untuk beralih ke pekerjaan yang lain.

Kepada manadotoday.co.id, mereka menuturkan jika harga jagung kini masih berkutat dikisaran Rp 7.000 – 8.000, sedangkan beras Milu/Jagung dipatok Rp 9.000, bahkan hampir menemnus Rp 10.000/liter tentunya menambah beban yang makin berat bagi mereka untuk bertahan di bisnis ini.

“Kalau harganya terus seperti ini, makaaa dalam kurun waktu yang tak lama lagi, maka kami harus berpikir untuk mencari pekerjaan lain, artinya dengan harga yang makin mahal seperti ini, kami tak mungkin bertahan dalam situasi seperti ini,” ucap Michael dan Jerry pemilik peternak babi di Tondano.

Hal yang sama juga dikeluhkan oleh para peternak kuda di Kecamatan Tompaso. Menurut mereka, tak punya pilihan lain selain bertahan untuk waktu yang tak lama.

“Jagung itu makanan utama untuk kuda, karenanya meski harganya selangit tetap di beli, hanya saja situasi ini jelas tak menguntungkan dan bukan tidak mungkin kami terpaksa menghentikan bisnis ini dengan menjual kuda-kuda ternak kami,” ucap Verdy.

Lain halnya dengan Mekky pemilik kuda pacu, meski di terpah harga jagung yang terus melambung, dirinya mau tidak mau harus membeli jagung bahkan beras jagung untuk kebutuhan kuda. Namun dirinya pun mengakui bahwa kalau harganya tak turun-turun maka jalan satu-satunya kuda-kuda kami harus di jual.

“Kuda pacu jelas beda dengan kuda biasa apalagi dari segi makanan. Kuda pacu butuh perhatian yang sangat ektra, karenanya perlu suplai makanan yang cukup apalagi jagung, tapi kalau harganya terus mahal, maka kami harus berpikir lagi untuk bertahan,” tukasnya.

Akan hal ini, data yang kami terima pasokan jagung di Minahasa hampir semuanya didatangkan dari luar daerah, sementera di Minahasa sendiri sejauh ini produksi jagung kian sedikit, para petani menurun niatnya untuk menanam jagung oleh karena kesulitan mendapatkaan pupuk.

Sejumlah penjual pakan ternak, mengaku bahwa kenaikan jagung lebih disebabkan oleh suplai jagung datang dari luar daerah, dengan sendirinya hargaa jagung menjulang tinggi. Ditambah lagi kuotanya tidak terlalu banyak. (rom)

Baca Juga :

Leave a comment