Pengurus KSD Indonesia Tatap Muka dengan Gubernur Sulut

Reporter : | 29 Des, 2015 - 10:13 pm WITA

KSD Indonesia ,  Kerukunan Kawanua Sedunia, Renny Octavianus Rorong

Pertemuan pengurus KSD Indonesia, dengan Pj. Gubernur Sulut DR. Sumarsono, dan Kepala Disparbud Ir Happy Korah

SULUT, (manadotoday.co.id) – Pengurus Kerukunan Kawanua Sedunia (KSD) Indonesia, melakukan tatap muka dengan Penjabat Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) DR. Sumarsono MDM, Selasa (29/12/2015).

Pertemuan yang dilaksanakan di rumah dinas gubernur di Bumi Beringin Manado, rombongan dipimpin langsung Ketua Umum KSD Indonesia, Renny Octavianus Rorong.

Pada kesempatan itu, Rorong mengatakan, tujuan pertemuan ini dalam rangka mengkonkritkan bentuk kerjasama KSD Indonesia dengan Pemprov Sulut melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disparbud) Sulut, dalam hal menjadi duta wisata dan budaya Sulut serta mengkonkritkan bentuk investasi di Nyiur Melambai ini.

Lanjutnya, KSD Indonesia juga sangat mendukung program Pemerintah Provinsi Sulut “Mari Jo Ka Manado”, karena ini untuk kemajuan pembangunan Sulut di sektor kebudayaan dan pariwisata.

Sementara Sumarsono pada kesempatan itu, menyambut baik dukungan masyarakat kawanua dirantau yang ingin membangun daerahnya.

“Saya angkat jempol bagi KSD Indonesia yang ingin menjadi duta kebudayaan dan pariwisata Sulut,” ujarnya, sembari mengatakan KSD Indonesia berkoordinasi dengan Kepala Disbudpar Sulut Ir. Happy Korah MSi terkait dengan destinasi pariwisata di Sulut sehingga sebagai duta kebudayaan dan pariwisata Sulut sudah tahu persis apa yang akan di jual kepada wisatawan nusantara maupun wisatawan manca negara.

“Namun yang paling penting disini, Sulut dikenal dengan “The Smilling People” dan itu yang menjadi modal bagi Sulut untuk di jual keluar,” jelas Sumarsono.

Dirjen Otda Kemendagri ini menambahkan, sebagian masyarakat Sulut dalam menyambut program Mari Jo Ka Manado, dinilai belum siap karena kesadaran dan perilaku membuang sampah ke sungai masih saja ada.

“Saya sudah melihat langsung di beberapa tempat di Manado dengan menggunakan angkot, kesadaran membuang sampah masyarakat ini masih sangat rendah, karena sungai selalu menjadi sasaran pembuangan sampah,” tukasnya.

Sementara Kepala Disbudpar Sulut Ir Happy Korah dalam kesempatan itu, meluruskan penggunaan kata Manado dalam program Mari Jo Ka Manado.

“Menggunakan kata Manado sesungguhnya hanya sebagai pintu menuju Kabupaten/Kota Sulut,” ujarnya.

Sementara Koordintor Kerukunan Tombuluners Club Jakarta Deitje Mawuintu yang turut hadir dalam pertemuan itu, mengungkapkan, pihaknya akan memprakarsai pembangunan toilet umum yang ada di objek wisata industri rumah panggung di Desa Woloan Tomohon. (ton)

Baca Juga :

Leave a comment