Sumarsono Imbau Warga Sulut Berperan Aktif Jaga Keamanan Indonesia Tingkatkan Keamanan Terkait Aksi Teror di Paris

Reporter : | 16 Nov, 2015 - 9:39 pm WITA

teroris, prancis, keamanan nasional

Pnj Gubernur Sulut DR. Sumarsono

SULUT, (manadotoday.co.id) – Terkait akti teror yang terjadi di Paris, Prancis, sejumlah Negara meningkatkan keamanannya termasuk Indonesia.

Menindaklanjuti instruksi pemerintah pusat melalui Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Sutiyoso, agar Indonesia meningkatkan keamanan, Penjabat Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) DR. Sumarsono MDM, menghimbau warga Sulut berperan aktif dalam menjaga keamanan.

“Kita harus tingkatkan keamanan dan selalu waspada, apalagi menjelang Pilkada serentak dan perayaan Hari Natal serta Tahun Baru 2016,” ujar Sumarsono.

Lanjut Sumarsono menyampaikan pernyataan Kepala BIN, Sutiyoso, jika BIN terus meningkatkan kewaspadaan agar aksi yang serupa tak terjadi di Indonesia. Pasalnya, serangan yang terjadi di Paris menunjukkan bahwa teroris sudah semakin canggih dan terkoordinasi dengan baik.

“Prancis sejatinya negara dengan kekuatan militer keenam di dunia, dan memiliki badan intelijen yang sangat baik. Tapi harus kecolongan dengan aksi teror tersebut,” ucap Sumarsono mengutip pernyataan Sutiyoso.

Kata dia lagi, dengan berkoordinasi bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terus berkoordinasi dengan semua pihak, baik TNI/Polri, dalam menangkal penyebaran faham radikal.

“Oleh karena itu, para pemimpin agama dan masyarakat adalah ujung tombak dalam menangkal aksi teror. Para pemuka agama diharap memikul tanggung jawab yang besar memberi pemahaman yang benar kepada umat yang memiliki pemahamaan keagamaan yang lemah, sehingga doktrinisasi kelompok radikal tentang janji-janji surgawi dapat dipatahkan,” tambah Sumarsono.

Ia menyatakan lagi, masyakarat dihimbau selalu berperan aktif, mengendus segala kegiatan tak lazim yang ditemui di wilayahnya, dan melaporkan ke pihak berwenang.

“RT, RW, LMK, Karang Taruna, Mitra, Citra, FKDM dan Komponen lainnya, harus berperan aktif dalam melakukan pendekteksian dini dan pencegahan atas berkembangnya faham-faham radikal yang dilakukan oleh orang-orang tertentu di wilayahnya masing-masing,” ungkap Sumarono.

“Terus waspada dan siaga karena aksi terorisme tujuan sejatinya bukan hanya membunuh dan menebar ketakutan tetapi menghancur-leburkan suatu negara melalui perpecahan. Ikat selalu persatuan dan kesatuan dengan toleransi dan mari bersatu melawan terorisme..!,” tambahnya. (ton)

Baca Juga :

Leave a comment