“Dispenda Sulut Kurang Percaya Diri Lakukan Terobosan Gali Sumber PAD”

Reporter : | 14 Okt, 2015 - 5:34 pm WITA

SULUT, (manadotoday.co.id) – Ini patut menjadi perhatian dari Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Pemprov Sulawesi Utara (Sulut). Pasalnya, instansi yang dipimpin Drs. Roy Tumiwa MPd ini, dinilai kurang percaya diri melakukan berbagai terobosan menggali sumber Pendapat Asli Daerah (PAD).

“Dipenda Sulut udah bagus, namun kurang percaya diri untuk melakukan terobosan baru menggali sumber-sumber PAD yang ada,” kata Penjabat Gubernur Sulut DR. Sumarsono MDM.

Disampaikan dia, Dipenda Sulut sebagai satu-satunya lembaga yang diserahi tugas untuk mengkoordinir pengelola PAD dan juga sebagai pengelola pajak daerah, dituntut lebih mengoptimalkan progres sumber PAD yang belum berhasil.

“Contoh, Dipenda Tangerang. Pemilik kendaraan yang enam tahun tak mengurus pajak mereka, berikan pemutihan lewat surat pemberitahuan, diregistrasi, dan selanjutnya diberi bimbingan serta penyuluhan terkait kesadaran pentingnya membayar pajak kendaraan bermotor yang merupakan salah satu sumber penerimaan PAD. Kiranya Dispenda Sulut mengambil contoh ini, agar penunggak pajak kendaraan bermotor di Sulut akan semakin berkurang,” jelas Sumarsono.

Menurutnya lagi, termasuk 15 UPTD Samsat di Kabupaten/Kota yang merupakan ujung tombak, kiranya dapat diperhatikan oleh Kepala Dispenda Sulut.

“Harus dibenahi. Bagi mereka yang berhasil supaya diberikan apresiasi sedangkan yang belum berhasil jangan dinonjobkan, melainkan diberi pembinaan,” ingat Dirjen Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri tersebut.

Disisi lain, Sumarsono menyatakan PAD sendiri merupakan ukuran kekuatan Otda. Keberhasilan Otda bisa diukur dari seberapa besarnya penerimaan PAD yang diterimahnya.

“Jika pendapatan asli daerahnya rendah, maka Otda yang bersangkutan dianggap gagal. Karena itulah pemerintah pusat saat ini tak secepatnya menyetujui setiap pengajuan pemekaran pembentukan daerah otonomi baru (DOB,red) yang diusulkan Provinsi maupun Kabupaten/Kota di tanah air, karena salah satu penyebabnya penerimaan PAD masih sangat rendah, itu yang menjadi salah satu evaluasi kami,” tegas Sumarsono.

Sementara Kepala Dispenda Sulut Drs. Roy Tumiwa MPd menjelaskan, sejak 8 Oktober 2015 realisasi penerimaan PAD sebesar Rp.618.564.496.143 Miliar, atau 67,74 persen dari target perubahan Tahun 2015 sebesar Rp.913.161.600.000 Miliar.

“Dalam hal ini melalui pajak kendaraan bermotor, pajak air permukaan, pajak bahan bakar kendaraan bermotor, pajak rokok dan lain-lain PAD yang sah sesuai ketentuanperundang-undangan yang berlaku,” ujar Tumiwa. (ton)

Baca Juga :

Leave a comment