Pemkot Manado Perkuat Daya Saing Nelayan

Reporter : | 24 Sep, 2015 - 8:49 pm WITA

Pemkot Manado, manado, Nelayan ,  perikanan manado

Grafis produksi perikanan tangkap

MANADO, (manadotoday.co.id) – Kota Manado merupakan salah satu daerah kota yang memiliki potensi dibidang perikanan, karena dari 87 kelurahan 11 kecamatan se Kota Manado, 23 kelurahan diantaranya yang termasuk kelurahan pesisir dalam 6 kecamatan pesisir, dan juga terdapat tiga buah pulau kecil yakni: pulau Manado Tua, pulau Bunaken, dan pulau Siladen.

Dengan bentangan panjang garis pantai Kota Manado 58.712 kilometer, menjadikan Manado sebagai ibukota Provinsi Sulawesi Utara, dan salah satu kota di Indonesia yang memiliki potensi sumber daya kelautan yang tak terhingga.

Namun masalah kemiskinan nelayan masih menjadi masalah serius bagi pemerintah Indonesia, meski potensi yang dikandung kelautan dan perikanan sangat menjanjikan. Untuk menjawab tantangan ini, pemerintah Kota Manado melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), terus berupaya memperkuat basis perekonomian kerakyatan masyarakat pesisir dengan menggulirkan berbagai program bantuan untuk memperkuat daya saing nelayan.

Kepala DKP Manado Ir Meisje HN Wollah Msi menyebutkan, kendati per 1 Juli 2015 kewenangan retribusi sudah menjadi kewenangan Provinsi yang mempengaruhi Pendapatan Asli Daerah (PAD), namun berkat berbagai upaya dan ide brilliant digulirkan Walikota Manado DR Ir GS Vicky Lumentut untuk membantu masyarakat pesisir Kota Manado terus dilakukan.

Pemkot Manado, manado, Nelayan ,  perikanan manado

Grafis hasil ikan olahan

Tahun 2014 lalu, Pemerintah Kota Manado melalui DKP telah menyalurkan berbagai bantuan dana melalui APBD lewat Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk penguatan ekonomi masyarakat pesisir. Selain membentuk 18 Kelompok Perempuan Pesisir (Satu kelompok 10 orang), juga pada Kelompok Usaha Bersama (KUBE) nelayan.

Bantuan tersebut berupa kapal penangkap ikan 3GT sebanyak 4 unit. 3 unit perahu pengawas pada kelompok masyarakat pengawas. 6 unit Rumpon laut dalam. 12 unit Cool Box 299 liter. Mesin katinting 30 unit. Fish finder 30 unit (alat mendeteksi ikan).

Untuk menjaga kualitas ikan dan upaya daya saing nelayan, Bulan Desember 2015 ini, pemerintah Kota Manado melalui DKP kembali akan menyalurkan; 8 unit Freezer. 40 unit Cool box. 2 unit motor roda tiga box. 2 unit genzet, untuk komunitas penampung ikan di TPI Calaca.”Bantuan ini nantinya akan diserahkan langsung oleh pak Walikota Manado,”terang Wollah.

Diketahui, perikanan tangkap memasok produksi rata-rata pertahun sebesar 21.000 ton. Hasil tangkapan yang langsung dari laut ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Calaca dan TPI Tumumpa sebesar 20.000 ton pertahun. Sisanya hasil tangkapan yang masuk dari wilayah disekitar Kota Manado.

Jenis ikan Pelagis kecil, Layang, Cakalang, Tongkol, Selar dan Tuna dengan produksi rata-rata pertahun sekitar 12.300 ton (85 %).

Berbagai jenis ikan karang dan demersal seperti Kerapu, Ikan Merah, Kuwe, Kakap dan lain-lain dengan produksi rata-rata pertahun sebesar 1.800 ton. 40 persen dari jumlah tersebut di ekspor ke berbagai Negara sahabat, antara lain Jepang, Korea, Taiwan, Amerika Serikat. Selain usaha budidaya laut, pemerintah Kota Manado juga perkuat budidaya perikanan darat yang tersebar di 6 kecamatan.

Pemkot Manado, manado, Nelayan ,  perikanan manado

Grafis luas potensi lahan budidaya.

Produksi budidaya setiap tahunnya mencapai 487.820 kilogram atau 487,82 ton yang terdiri atas komoditas ikan ekonomis penting, yakni ikan mas, ikan nila dan Kuwe. Jumlah produksi perikanan budidaya Kota Manado dari tahun ke tahun terus meningkat. Buktinya, tahun 2010 jumlah produksi hanya 423.328 kilogram bergerak mencapai 452.713 pada tahun 2011.

Kemudian tahun 2012 sebanyak 489.984 kilogram dan pada tahun 2013 menjadi 507.217 kilogram dan saat terjadi bencana banjir bandang pada 15 Januari 2014 hanya mampu memproduksi 66.420 kilogram.

Sementara usaha pengolahan dan pemasaran hasil perikanan, seperti ikan Cakalang Fufu, bakso ikan, ikan asin kerupuk, setiap tahunnya menghasilkan rata-rata 214.721 kilogram.

Kesemua ini menurut Wollah untuk mewujudkan Visi kota Manado sebagai Model Ekowisata dengan misi menjadikan Manado sebagai kota yang menyenangkan serta visi DKP untuk menjadikan masyarakat kelautan dan perikanan yang mandiri dan sejahtera.

”Intinya adalah, bagaimana masyarakat pesisir pantai bisa terbantu dengan berbagai program pro rakyat yang digulirkan Walikota Manado,”jelas Kepala DKP Manado Ir Meisje HN Wollah Msi. (*/ton)

Baca Juga :

Leave a comment