Wagub Sulut: Forum Business Matching akan Pererat Hubungan Indonesia – Fipilina

Reporter : | 17 Apr, 2015 - 11:14 pm WITA

Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Sulawesi Utara, DR. Djouhari Kansil MPd, Pemerintah Filipina

Wakil Gubernur Sulawesi Utara DR. Djouhari Kansil MPd

SULUT, (manadotoday.co.id) – Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) DR. Djouhari Kansil MPd menyatakan, kegiatan Forum Business Matching yang digelar Pemerintah Filipina dan Indonesia di Kota Manado tepatnya di Aula Bank Indonesia di Manado, akan terus mempererat hubungan antar kedua negara. Hal itu disampaikan Kansil, ketika memberi sambutan di acara tersebut, Jumat (17/4/2015).

Menurut Kansil, kegiatan yang diprakarsai pemerintah Filipina ini menjadi momentum penting dan harus dimanfaatkan sebaik-baiknya demi memperkaya informasi tentang perdagangan bebas serta sebagai media membangun hubungan yang lebih dalam terkait kerjasama ekonomi antara kedua negara.

“Kegiatan ini tujuannya untuk memahami langkah kedepan bagi pemerintah, dalam mengambil kebijakan hubungan ekononi dan menggerakkan kesadaran pata pelaku usaha dalam mengambil posisi yang tepat untuk berhadapan dengan era masyarakat ekonomi asean (MEA,red),” jelas Kansil.

Kata dia, Indonesia dan Filipina merupakan anggota ASEAN akan bersama menghadapi MEA. Dimana dua negara ini, akan menjadi kekuatan baru tanpa sekat dalam berinteraksi.

“Lewat kegiatan ini, diharapkan para pelaku usaha dari berbagai bidang usaha bisa saling berbagi untuk menunjang hubungan yang lebih baik antara dua negara. Sebab, berbagai produk dari kedua negara dipamerkan dalam kegiatan ini,” tandas Kansil, sembari menambahkan dari data yang diperolehnya, menunjukan eksport Sulut ke Filipina sebesar USD 1.29 juta pada tahun 2014.

“Ini menunjukan hubungan ekonomi kedua negara menunjukan progres yang menjanjikan,” ungkapnya.

Sementara Permanent mission of the Philippines Hon Noel Novicio, mengatakan negara Indonesia dan Filipina, adalah mitra secara alamiah. Dimana banyak kesamaan antara kedua negara, berada bersama dalam berbagai organsasi ekonomi.

“Eksport Filipina ke Indonesia juga mencapai USD 11,7 juta. Untuk itu, kegiatan ini akan memperkuat konektivitas dagang memperbesar pengetahuan dan mempertahankan kemitraan demi keuntungan bersama,” jelasnya.

Sedangkan Wakil Konsulat Jenderal (Konjen) Philipina di Manado Jan Sherwin P Wenceslao, menyebutkan, hajatan yang akan berlangsung selama dua hari ini merupakan hasil kerjasama Departemen Perdagangan dan Industri Filipina dengan Konjen Filipina di Manado.

“Misi ini bertujuan untuk merealisasikan kesempatan yang ditawarkan MEA yaitu konsep satu pusat pasar dan produksi,” jelas Wenceslao.

Ditambahkannya, Indonesia termasuk Sulut merupakan pasar konsumen terbesar di ASEAN dan ini akan membuat para eksportir Philipina bisa bermitra langsung dengan para eksportir Indonesia termasuk Sulut.

Public Relation Officer (PR) Konjen Philipina Novia HA Lambey menambahkan, misi bisnis ini bertujuan untuk mendapatkan keuntungan dari pembukaan pelayaran Gensan-Bitung. “Diharapkan melalui misi bisnis ini dapat mendorong pertukaran perdagangan, pariwisata serta investasi diantara kedua kota pelabuhan ini,” pungkasnya. (ton)

 

Baca Juga :

Leave a comment